Tim Penyelamat Korban Tsunami Selat Sunda Dikejar Gelombang Tinggi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 26 Desember 2018 | 11:46 WIB
Tim Penyelamat Korban Tsunami Selat Sunda Dikejar Gelombang Tinggi
Suasana Resort Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Senin (24/12). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Tim Ranger Banten, salah satu kelompok tim penyelamat korban tsunami Selat Sunda dikejar gelombang tinggi saat menyisir kawasan terdampak tsunami Selat Sunda. Kejadian itu berlangsung pasca tsunami Selat Sunda menerjang kawasan Kabupaten Pandeglang.

Kejadian itu berlangsung, Minggu (23/12/2018). Sementara tsunami Selat Sunda terjadi, Sabtu (22/12/2018) malam.

Minggu itu, Tim Ranger Banten menembus desa terujung di kawasan Ujung Kulon, yakni Desa Paniis, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. Desa ini membutuhkan waktu tempuh tiga jam dari pusat Kecamatan Sumur.

Osep Mulyawan, salah seorang anggota Tim Ranger Banten mengungkapkan detik-detik distribusi bantuan dan evakuasi warga di desa terujung pada hari pertama tsunami menerjang. Ranger Banten yang bergerak ke pedalaman Ujung Kulon berjumlah 16 orang, terdiri dari tiga tim medis, 13 tim relawan.

Medan yang berbahaya dan cuaca yang masih tak menentu pada hari itu, membuat sebagian rombongan Ranger Banten tak bisa sampai semua ke desa tujuan. Dari 16 mobil yang berangkat, hanya enam mobil yang mampu mencapai finish.

“Kami tiba (Minggu malam) tepat pukul 23.45 WIB,” kata Osep.

Berhasil menembus Desa Paniis bukanlah perkara gampang. Selain medan yang curam, kebanyak rombongan pembawa bantuan telah disetop lebih dulu oleh warga di Pos Penjagaan Desa Taman Jaya. Berkat lobi anggota tim, rombongan diizinkan melanjutkan perjalanan ke desa tujuan.

Berhasil menembus Desa Paniis dan mendistribusikan bantuan, lanjut Osep, Ranger Banten mulai dihadapkan dengan masalah baru. Sejumlah warga meminta dievakuasi dari Desa Paniis.

Akhirnya, enam mobil digunakan untuk mengevakuasi warga. Mobil dipaksa memuat sebanyak mungkin penumpang karena kondisi sangat mendesak.

baca juga

Perjalanan keluar dari lokasi pedalaman Ujung Kulon ternyata lebih menegangkan dibanding saat rombongan berangkat. Pada fragmen inilah tim dan pengungsi merasakan bagaimana memperjuangkan hidup.

“Kami sempat dikejar ombak tinggi. Suasana tegang menghinggapi mental pasukan. Mobil pembawa pengungsi mogok (di tengah hutan),” terang Osep.

Setelah melalui berbagai rintangan, Tim Ranger Banten dan pengungsi berhasil tiba di wilayah aman. (BantenHits.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Dipasang Alat Sensor

Buntut Tsunami Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau Dipasang Alat Sensor

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 11:36 WIB

Nelayan Lampung Selatan Korban Tsunami Minta Diselamatkan di Pulau Kujanan

Nelayan Lampung Selatan Korban Tsunami Minta Diselamatkan di Pulau Kujanan

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 11:29 WIB

Ajak Keluarga Liburan Akhir Tahun ke Laut, Is Pusakata Waspada

Ajak Keluarga Liburan Akhir Tahun ke Laut, Is Pusakata Waspada

Entertainment | Rabu, 26 Desember 2018 | 11:20 WIB

Berikut Data Kendaraan yang Dievakuasi di Lokasi Tsunami Banten

Berikut Data Kendaraan yang Dievakuasi di Lokasi Tsunami Banten

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 11:19 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×