Badan Geologi: Tak Terdengar Lagi Dentuman Gunung Anak Krakatau

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Sabtu, 29 Desember 2018 | 12:54 WIB
Badan Geologi: Tak Terdengar Lagi Dentuman Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau erupsi pada Sabtu (18/8/2018). (Foto: Dok BNPB)

Suara.com - Rekaman seismik Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Pasauran mencatat hingga pagi ini, Sabtu (29/12/2018), tidak ada lagi dentuman akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pada hari Jumat (28/12), pukul 14.18 WIB, dengan cuaca yang lebih baik, diketahui bahwa Gunung Anak Krakatau tingginya berkurang dari yang sebelumnya diperkiraan 338 meter diatas permukaan laut (mdpl) menjadi hanya sekitar 110 mdpl.

"Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya 14 kali per menit dentuman (saat tipe letusan strombolian) pada tanggal 24 hingga 27 Desember. Saat ini sudah tidak ada," ungkap Sekretaris Badan Geologi, Antonius Rardomopurbo (Purbo) di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Menurut Purbo, dengan karakteristik seperti itu, letusan yang terjadi diperkirakan akan bertipe surtseyan. Hal ini didukung fakta bahwa kawah Gunung Anak Krakatau posisinya semakin dekat dengan permukaan laut, sehingga magma yang keluar bersentuhan dengan air laut dan menghasilkan asap.

"Letusan surtseyan ini posisinya di permukaan, potensinya sangat kecil memicu tsunami, kecuali ada reaktivasi struktur cesar Selat Sunda," ujarnya.

Ia menjelaskan, dari pos PGA Pasauran, posisi puncak Gunung Anak Krakatau saat ini lebih rendah di banding Pulau Sertung yang menjadi latar belakangnya. Sebagai catatan, Pulau Sertung tingginya 182 meter sedangkan Pulau Panjang 132 meter.

Volume Anak Krakatau yang hilang diperkirakan sekitar antara 150-180 juta m3. Sementara hingga pagi ini, sisa volume tubuh Gunung Anak Krakatau diperkirakan hanya sekitar 40-70 juta m3, sehingga potensinya kecil untuk terjadinya longsoran besar.

Berkurangnya volume tubuh Gunung Anak Krakatau ini diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api yang disertai oleh laju erupsi yang tinggi dari 24-27 Desember 2018.

Proses pengamatan visual terus dilakukan untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih presisi. Saat ini letusan bersifat impulsif, sesaat, sesudah meletus tidak tampak lagi asap yang keluar dari kawah Gunung Anak Krakatau.

baca juga

Dengan status Level III (Siaga) saat ini, warga diminta untuk menjauhi radius 5 km dari kawah atau tidak mendekati wilayah Kompleks Krakatau.

"Itu maknanya disarankan tidak masuk di lingkungan Kompleks Krakatau, yang meliputi Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang," imbuh Purbo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PVMBG: Potensi Tsunami Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kecil

PVMBG: Potensi Tsunami Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Kecil

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 12:39 WIB

Puncak Gunung Anak Krakatau Menyusut, Begini Penjelasan Badan Geologi

Puncak Gunung Anak Krakatau Menyusut, Begini Penjelasan Badan Geologi

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 11:58 WIB

Berstatus Siaga, Tinggi Gunung Anak Krakatau Turun 228 Meter

Berstatus Siaga, Tinggi Gunung Anak Krakatau Turun 228 Meter

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 11:47 WIB

Masuk Zona Bahaya, Ratusan Warga Pulau Sabesi dan Sebuku Enggan Dievakuasi

Masuk Zona Bahaya, Ratusan Warga Pulau Sabesi dan Sebuku Enggan Dievakuasi

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 09:44 WIB

Dalam Sehari Gunung Anak Krakatau Meletus Ratusan Kali

Dalam Sehari Gunung Anak Krakatau Meletus Ratusan Kali

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 07:30 WIB

Terkini

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

6 Rekomendasi Vitamin Terbaik untuk Daya Tahan Tubuh, Biar Nggak Gampang Drop!

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 21:23 WIB

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

Siasati Pipa Uzur Ibu Kota, PAM JAYA Berburu Skema Pendanaan Kreatif di Pentas Global

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:11 WIB

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

KPU Bantah Syarat Pendidikan Gibran Cacat Hukum

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:09 WIB

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Laba Operasional BABY Meledak 271%, Integrasi MTI-EGI Baru 56%

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Ombudsman Temukan Bangunan Khusus di Lapas Cibinong, Fasilitas Disebut seperti Apartemen

Video | Rabu, 23 September 2026 | 21:05 WIB

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

Gugatan Soal Ijazah Gibran ke MK Disebut Masuk Kategori Permohonan Pemakzulan

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:01 WIB

×