Politik Identitas Telah Merusak Warga Sejak Pilkada DKI, Elite Tak Peduli?

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 30 Desember 2018 | 19:45 WIB
Politik Identitas Telah Merusak Warga Sejak Pilkada DKI, Elite Tak Peduli?
Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia Ruby Khalifa (kerudung merah) saat diskusi politik. (Suara.com/Chyntia Sami)

Suara.com - Direktur Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia Ruby Khalifa menilai para elite politik dengan sengaja dan secara terus menerus mengembangkan politik identitas dalam kontestasi Pilpres 2019. Padahal, politik identitas dinilai memiliki dampak sangat serius terhadap warga.

Ruby mengatakan, politik identitas terus menguat setelah Pilkada DKI Jakarta 2017, saat itu pasangan yang bertarung di putaran kedua adalah Anies Baswedan - Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiul Hidayat. Sejak saat itu, tingkat sentimentil antar warga yang memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan calon sangat tinggi.

"Saya masih ingat sekali satu minggu setelah Pilkada DKI saya datang ke masyarakat dan dengan guyon tapi bercampur sakit hati itu masih sangat kuat. Sindiran bilang 'Kamu kalah dan kita menang' itu terasa sekali," kata Ruby dalam diskusi politik di Kantin Kendal, Jakarta Pusat, Minggu (30/12/2018).

Sentimental di kalangan warga, kata dia, terus menerus menguap hingga memasuki masa kontestasi Pilpres 2019 dan bahkan semakin menguat. Elite politik dianggap terus menggunakan politisasi identitas tanpa memikirkan dampak terhadap warga.

Menurut Ruby, politik identitas menjadi alat yang sangat mudah dan murah untuk memobilisasi warga. Sehingga, para elit politik pun seakan menutup mata dan telinga mengenai dampak serius yang ditimbulkan.

"Saya merasa sampai sekarang tidak pulih, tidak terekonsiliasi dengan baik. Elite politik juga tidak pernah menyiapkan remedinya, pemulihan di masyarakat seperti apa nggak pernah dipikirkan," ungkap Ruby.

Lebih jauh Ruby mengatakan, dampak lebih serius lagi akibat politik identitas, kekinian warga menganggap bahwa identitas keagamaan menjadi sangat penting. Muncul ekslusifisme yang mengunggulkan diri bahwa ia yang paling baik dalam agama.

"Politik identitas ini jahat kalau saya bilang dalam konteks memecah belah bangsa. Dia sudah perlahan begitu kuat mendorong ekslusifisme terjadi di masyarakat," tutup Ruby.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jubir TKN: Jokowi Siap Terima Usulan Baca Al Quran

Jubir TKN: Jokowi Siap Terima Usulan Baca Al Quran

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 21:45 WIB

Soal Pemilihan Moderator Debat Pilpres 2019, Ma'ruf Amin: Saya Percaya KPU

Soal Pemilihan Moderator Debat Pilpres 2019, Ma'ruf Amin: Saya Percaya KPU

News | Sabtu, 29 Desember 2018 | 12:47 WIB

Lagi, Kubu Jokowi dan Prabowo Belum Sepakat Jadwal Debat Pilpres Kelima

Lagi, Kubu Jokowi dan Prabowo Belum Sepakat Jadwal Debat Pilpres Kelima

News | Jum'at, 28 Desember 2018 | 19:07 WIB

Bawaslu: 10 Bupati dan Wali Kota di Riau Dukung Jokowi Atasnama Jabatan

Bawaslu: 10 Bupati dan Wali Kota di Riau Dukung Jokowi Atasnama Jabatan

News | Jum'at, 28 Desember 2018 | 14:57 WIB

Bela Amien Rais, Dradjad ke Lima Pendir PAN: Apa Tak Boleh Dukung Prabowo?

Bela Amien Rais, Dradjad ke Lima Pendir PAN: Apa Tak Boleh Dukung Prabowo?

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 20:58 WIB

Terkini

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Darurat Sampah Makin Mendesak, 14 PSEL Ditargetkan Rampung pada 2027

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:56 WIB

Pria Muda Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Pria Muda Paling Banyak Terjerat Kredit Macet Pinjol

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:53 WIB

Analogi Sepak Bola Prabowo soal Reshuffle: Fokus ke Strategi, Bukan Sekadar Tebak Nama

Analogi Sepak Bola Prabowo soal Reshuffle: Fokus ke Strategi, Bukan Sekadar Tebak Nama

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:52 WIB

×