Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 18:23 WIB
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto. (tangkap layar/ ist)
  • Kepala BNPB Suharyanto menyatakan anggaran pencegahan APBN lima tahun terakhir sangat terbatas saat rapat bersama Komisi VIII DPR RI.
  • BNPB mencari dana luar negeri untuk proyek penting seperti sistem peringatan dini gempa dan tsunami bernilai hampir Rp950 miliar.
  • Pendanaan ini digunakan membangun Pusdalops daerah dan membentuk 180 Desa Tangguh Bencana melalui program IDRIP.

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, blak-blakan mengenai tantangan anggaran mitigasi bencana yang dihadapi lembaganya.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Suharyanto mengungkapkan, bahwa dalam lima tahun terakhir, alokasi dana APBN untuk aspek pencegahan sangat minim jika dibandingkan dengan luasnya potensi bencana di Indonesia.

"Yang menjadi tantangan dan kendala Kami adalah dari segi anggaran Kenapa demikian karena dalam 5 tahun terakhir anggaran pencegahan BNPB ini relatif sangat terbatas," ujar Suharyanto di hadapan anggota dewan.

"Kami laporkan mitigasi bencana berkisar 17-19 miliar per tahun Tentu saja Ini sangat kecil tapi tentu saja kami tidak hanya bisa mengeluh kemudian tidak bekerja," katanya menambahkan.

Guna menyiasati keterbatasan APBN tersebut, BNPB secara agresif mencari sumber pendanaan lain, termasuk melalui skema pinjaman luar negeri.

Strategi ini membuahkan hasil dengan disetujuinya pendanaan besar untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami.

"Alhamdulillah dalam 5 tahun terakhir ini ada beberapa yang sudah disetujui pinjaman luar negeri ini pun untuk meningkatkan kemampuan BNPB dalam pra bencana atau pencegahan. Kami baru selesai memiliki konsep peringatan dini menghadapi bencana gempa bumi tsunami bekerja sama dengan BMKG titik ini kami mendapatkan PLN sejumlah Rp 949.168.712.486 rupiah," ungkapnya secara rinci.

Dana tersebut dialokasikan untuk membangun pusat pengendalian operasi (Pusdalops) di tingkat daerah yang dihibahkan ke pemerintah kabupaten/kota, lengkap dengan sarana IT.

Selain itu, sensor-sensor ketinggian muka air laut juga telah dipasang di sepanjang pesisir rawan bencana untuk mengirimkan peringatan dini secara otomatis.

ilustrasi tsunami (Pexels/Štpán Galle)
ilustrasi tsunami (Pexels/Štpán Galle)

Tak hanya soal infrastruktur fisik, BNPB juga memperkuat ketahanan masyarakat di akar rumput melalui program IDRIP.

"Kemudian desa-desa yang berada di sepanjang pesisir yang diprediksi oleh para ahli oleh BMKG di situ ada tsunami itu juga sudah kami bentuk Desa tangguh bencana untuk program IDRIP ini ada di 180 desa di 38 kab/kota," jelasnya.

Di sisi lain, Suharyanto menjelaskan bahwa pihaknya juga memanfaatkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk membangun infrastruktur pencegahan di daerah yang mengalami bencana berulang.

Langkah ini diambil agar pemulihan pascabencana sekaligus menjadi investasi untuk menghadapi risiko di masa depan.

"Artinya walaupun masih banyak kekurangan kelemahan untuk mitigasi terkait bencana gempa bumi dan tsunami Negara Republik Indonesia sudah punya beberapa Destana dan beberapa peralatan yang apabila nanti ke depan mudah-mudahan tidak terjadi, apabila terjadi tsunami paling tidak kita bisa meminimalkan kerusakan dan jumlah korban," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara

Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:47 WIB

Kortas Tipikor Tetapkan 3 Tersangka Korupsi PJUTS ESDM, Negara Rugi Rp19,5 Miliar!

Kortas Tipikor Tetapkan 3 Tersangka Korupsi PJUTS ESDM, Negara Rugi Rp19,5 Miliar!

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:04 WIB

Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004

Bencana Aceh 2025: PLN Catat 442 Titik Kerusakan Listrik, Jauh Melampaui Dampak Tsunami 2004

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:02 WIB

Nelayan Pancer Beradaptasi dengan Teknologi yang Melindungi

Nelayan Pancer Beradaptasi dengan Teknologi yang Melindungi

Your Say | Rabu, 24 Desember 2025 | 13:30 WIB

Terkini

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:59 WIB

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

Prabowo Pangkas Anggaran 'Akal-akalan' Rp308 Triliun: Jika Tak Dipotong, Ini ke Arah Korupsi

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:25 WIB

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi  Pemudik

BNI Hadirkan Agen46 di Jalur Mudik, Permudah Transaksi Pemudik

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:20 WIB

Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar

Sentil Pejabat Daerah, Prabowo: Saya Presiden Pakai Mobil Rp1 Miliar, Gubernur Beli Rp8 Miliar

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:18 WIB

Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis

Tak Penuhi Standar, Presiden Prabowo Tangguhkan 1.030 Dapur Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:59 WIB

Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya

Lepas 1.431 Pekerja Panasonic dalam Program Mudik, Menaker Minta Perusahaan Manusiakan Pekerjanya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:58 WIB

Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja

Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:57 WIB

Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H

Jemaah Muhammadiyah Padati Menteng Raya Tunaikan Salat Idulfitri 1447 H

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:46 WIB

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:25 WIB