Kopi Suroloyo, Cara Sederhana Menikmati Puncak Suroloyo

MN Yunita

Rabu, 02 Januari 2019 | 14:23 WIB
Kopi Suroloyo, Cara Sederhana Menikmati Puncak Suroloyo
Pengunjung menikmati Kopi Suroloyo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Tak bisa dipungkiri, kopi adalah salah satu komoditas yang paling digemari kaum muda. Kopi menjadi cara sederhana yang bisa digunakan siapa saja untuk bersenang-senang dalam sebuah pertemuan maupun silaturahmi.

Di Yogyakarta, sebuah kedai kopi bernama Suroloyo menjadi lokasi yang kini mulai mendapat tempat bagi pencinta kopi. Awal berdiri pada tahun 2014, kedai ini melewati banyak rintangan. Tapi lama kelamaan, usaha bertumbuh dan menjadi peluang kerja bagi anak muda sekitar Puncak Suroloyo.

Ngatiman, pemilik Kedai Suroloyo mengatakan kedai didirikan sebagai upaya penunjang para pengunjung agar menikmati wisata puncak suroloyo dengan meminum racikan kopi terbaik khas Yogyakarta.

"Kita ingin para pengunjung bisa menikmati kopi sambil melihat indahnya wisata puncak suroloyo. Makanya, kopi ini diracik secara spesial dan berbeda dengan kopi lainya," kata Ngatiman akhir Desember lalu.

Suroloyo Tembus Pasar Nasional

Ngatiman mengatakan, sejauh ini Kopi Suroloyo sudah menembus pasar Jakarta, Surabaya dan seluruh wilayah Jogja. Menurutnya, Jogja merupakan konsumen utama yang rutin membeli Kopi Suroloyo. Biasanya konsumen membeli dalam bentuk green bean.

Adapun green bean ini dijual seharga Rp90.000 untuk Arabika. Sedangkan untuk Robusta dijual seharga Rp50.000 per kilogram. Ada juga penjualan dalam bentuk kemasan isi 80 gram yang dijual seharga Rp20.000 untuk kopi arabika dan Rp 140 untuk robusta.

Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000 MDPL. Puncak ini membentang di sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lokasi ini biasanya ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama wilayah Jawa Tengah.

Kejayaan Kopi Diprediksi Berlangsung Lama

baca juga

Praktisi kopi, Setiawan Subekti mengatakan kejayaan industri kopi diperkirakan masih berlangsung lama karena minat konsumsi komoditas itu, terutama di perkotaan, terus meningkat. Selain itu, minuman kopi yang disajikan juga semakin bervariasi.

"Cina dan Rusia termasuk negara yang mulai mengalami peningkatan konsumsi. Jadi ada kecenderungan pergeseran minat masyarakat Cina dari penikmat teh menjadi penikmat kopi," katanya.

Menurut Subekti, perubahan tren juga terjadi di Jepang. Lagi-lagi karena pergeseran minat teh ke kopi sejak tahun 2000. Kondisi ini, menurutnya, otomatis berdampak pada konsumsi kopi dunia. Hal ini tentu menjadi peluang bagi petani kopi Indonesia.

"Pekebun kopi harus memanfaatkan kondisi ini sebagai momentum untuk meningkatkan produksi. Dengan peluang pasar terbuka lebar, pekebun seharusnya diuntungkan juga," katanya.

Seperti diketahui, Kemitraan Pertanian Berkelanjutan Indonesia atau Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) sudah menyiapkan kurikulum pembelajaran kopi untuk menjamin ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan

Berdasarkan data FAO, luas areal kopi Indonesia mencapai 1,23 juta hektare dengan 1,19 juta diantaranya milik perkebunan rakyat yang memiliki produktivitas 0,6 ton hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2 Mobil Listrik Desain Sporty untuk Kaum Muda Dinamis, Mana yang Paling Cocok Untukmu?

2 Mobil Listrik Desain Sporty untuk Kaum Muda Dinamis, Mana yang Paling Cocok Untukmu?

Otomotif | Senin, 10 November 2025 | 18:36 WIB

Serukan Green Policy Lawan Krisis Ekologi, Rocky Gerung: Sejarah Selalu Berpihak ke Kaum Muda

Serukan Green Policy Lawan Krisis Ekologi, Rocky Gerung: Sejarah Selalu Berpihak ke Kaum Muda

News | Jum'at, 19 September 2025 | 13:55 WIB

Ketika One Piece Menjadi Bahasa Politik Kaum Muda Indonesia

Ketika One Piece Menjadi Bahasa Politik Kaum Muda Indonesia

Your Say | Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:32 WIB

Tren Baru, Pengangguran di China Habiskan Uang Buat Pura-Pura Kerja

Tren Baru, Pengangguran di China Habiskan Uang Buat Pura-Pura Kerja

Bisnis | Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:52 WIB

Percaya Diri dan Jelajahi Berbagai Peluang Jadi Kunci Sukses Berkarier di Luar Negeri Setelah Sekolah

Percaya Diri dan Jelajahi Berbagai Peluang Jadi Kunci Sukses Berkarier di Luar Negeri Setelah Sekolah

Press Release | Selasa, 13 Agustus 2024 | 07:00 WIB

Ulasan Buku 'Masih Mahasiswa Berjibun Duitnya,' Inspirasi Bisnis untuk Anak Muda

Ulasan Buku 'Masih Mahasiswa Berjibun Duitnya,' Inspirasi Bisnis untuk Anak Muda

Your Say | Minggu, 21 Januari 2024 | 18:30 WIB

Pro dan Kontra Gibran Rakabuming Raka jadi Cawapres di Pemilu 2024, Bagaimana Pandangan Kaum Muda, Yakin Banyak Dipilih?

Pro dan Kontra Gibran Rakabuming Raka jadi Cawapres di Pemilu 2024, Bagaimana Pandangan Kaum Muda, Yakin Banyak Dipilih?

Kotak Suara | Jum'at, 24 November 2023 | 17:00 WIB

Emang Kaum Muda Nggak Pantas Memimpin?

Emang Kaum Muda Nggak Pantas Memimpin?

Lifestyle | Sabtu, 28 Oktober 2023 | 17:47 WIB

Pemilih Pemilu 2024 Didominasi Kaum Muda, Apakah Gibran Mampu Gaet Suara?

Pemilih Pemilu 2024 Didominasi Kaum Muda, Apakah Gibran Mampu Gaet Suara?

Your Say | Selasa, 24 Oktober 2023 | 07:45 WIB

Peran Kaum Muda untuk Pemilu 2024, Mampukah Menjadi Pemilih Cerdas?

Peran Kaum Muda untuk Pemilu 2024, Mampukah Menjadi Pemilih Cerdas?

Your Say | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 13:45 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×