Kebohongan Award Andi Arief, Demokrat Akan Polisikan Ketum dan Sekjen PSI

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 04 Januari 2019 | 16:44 WIB
Kebohongan Award Andi Arief, Demokrat Akan Polisikan Ketum dan Sekjen PSI
Kebohongan Award Andi Arief.

Suara.com - Partai Demokrat akan mengambil langkah hukum atas pengiriman yang diberikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Wasekjen Demokrat Andi Arief. Andi dinobatkan PSI dengan Kebohongan Terhalusinasi Award.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dalam akun Twitter pribadinya @Ferdinand_Haean pada Jumat (4/1/2019) pukul 15.27 WIB.

Dalam cuitannya, Ferdinand akan melaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang dinilai sebagai pihak bertanggung jawab atas pemberian penghargaan itu.

"Kami pastikan akan mengambil langkah hukum atas tindakan @psi_id dan melaporkan @grace_nat sebagai Ketum yang tanda tangan award tersebut beserta Raja Juli Sekjen PSI," tulis Ferdinand.

Pemberian penghargaan kepada Andi dinilai Ferdinand telah mendahului pengadilan dan proses hukum. Pasalnya, Andi kini belum menerima status apapun atas kasus penyebaran hoax adanya 7 kontainer surat suara yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Perbuatan tersebut adalah pidana murni karena telah mendahului pengadilan dan proses hukum. Menuduh Andi Arief sebagai pembohong," pungkasnya.

Dalam laman yang sama, Ferdinand juga mengunggah sebuah video yang menunjukkan kalau penghargaan itu dibuang ke tempat sampah. Sebelumnya PSI mengirimkan penghargaan tersebut ke Kantor DPP Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat dengan menggunakan jasa ojek online.

Ferdinand yang mengetahui ada kiriman tersebut langsung bergegas menuju kantor DPP dan membuangnya ke tempat sampah.

"Diterima oleh petugas keamanan di DPP, saya langsung ke DPP dan di sana saya yang langsung membuang," kata Ferdinand Hutahean saat dihubungi Suara.com, Jumat (4/1/2019).

baca juga

PSI bukan hanya mengirimkan penghargaan kepada Andi Arief saja, namun juga kepada Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Alasan PSI membuat penghargaan tersebut karena ketiga tokoh itu telah membuat tsunami hoax, salah satunya yang dilakukan Andi yakni menyebarkan berita adanya kontainer 7 berisikan surat suara yang telah dicoblos.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hoaks Surat Suara, Andi Arief Dapat Penghargaan Paling Halusinasi dari PSI

Hoaks Surat Suara, Andi Arief Dapat Penghargaan Paling Halusinasi dari PSI

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 16:18 WIB

Sebut Proyek Tol Cipali Tanpa Utang, Sandiaga Raih Kebohongan Hakiki Award

Sebut Proyek Tol Cipali Tanpa Utang, Sandiaga Raih Kebohongan Hakiki Award

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 15:30 WIB

Polisi Sebut Pemeriksaan Rumah di Lampung Terkait Cuitan Andi Arief

Polisi Sebut Pemeriksaan Rumah di Lampung Terkait Cuitan Andi Arief

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 15:15 WIB

Dikirim Lewat Ojek Online, Ini Penampakan Piala Kebohongan Award Prabowo

Dikirim Lewat Ojek Online, Ini Penampakan Piala Kebohongan Award Prabowo

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 15:10 WIB

Prabowo Dapat Penghargaan Capres dengan Kebohongan Paling Lebai

Prabowo Dapat Penghargaan Capres dengan Kebohongan Paling Lebai

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 14:51 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×