Ngaku Bingung Didesak Mundur, Waketum PAN Jelaskan Kondisi di Dapil

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 07 Januari 2019 | 19:05 WIB
Ngaku Bingung Didesak Mundur, Waketum PAN Jelaskan Kondisi di Dapil
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Bara Hasibuan. (Suara.com/Bowo Raharjo)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan tak tahu menahu soal adanya desakan mundur kepada dari ratusan kader yang disampaikan melalui surat terbuka kepada pimpinan PAN. Bara mengaku bingung melihat adanya desakan yang memintanya mundur dari stuktur partai.

Bara mengungkapkan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi secara resmi dari DPP PAN terkait adanya surat tersebut. Bahkan Bara enggan berkomentar karena mengklaim belum membaca surat tersebut secara utuh.

"Saya belum diberitahu oleh DPP bahwa ada surat yang beredar yang mendesak saya untuk mundur atau dipecat. Jadi saya belum bisa komentar soal substansi surat itu," ungkap Bara di Kompleks Parlemen, Senin (7/1/2018).

Sebelumnya dalam surat yang ditandatangani ratusan kader itu menyebut kalau Bara telah melanggar keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN 2017 yang memutuskan kalau PAN mendukung Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Karena itu, para kader tersebut meminta kepada pimpinan PAN agar Bara dicopot dari jabatannya sebagai Waketum.

Menanggapi hal tersebut, Bara menegaskan kalau selama masa kampanye berlangsung, dirinya sibuk memperjuangkan para pengurus daerah Sulawesi Utara yang mendukung Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.

"Saya bisa memahami apa yang mereka lakukan dan betul yang mereka lakukan itu adalah untuk kepentingan partai dalam konteks Pemilihan Legislatif (Pileg) April ini dan mereka tahu sendiri realita daerah mereka masing-masing," ujarnya.

Bara mengakui apabila Daerah Pemilihannya (Dapil) Sulut dipenuhi oleh pendukung Jokowi - Maruf Amin. Di samping itu, Bara juga menegaskan apabila instruksi dari partai kepada Caleg ialah untuk berkonsentrasi pemenangan di daerah masing-masing.

"Memang instruksi dari partai kepada semua Caleg agar mereka fokus pada Dapil mereka masing-masing. Dan itu fokus kita, agar kita bisa mendapat suara yang signifikan di legislatif," tuturnya.

Akan tetapi Bara membantah apabila dengan adanya mayoritas pendukung Jokowi - Maruf di Dapilnya itu membuat dirinya malah condong mendukung Jokowi - Maruf Amin.

baca juga

"Yang saya lakukan dalam membela pengurus daerah yang mendukung Jokowi adalah untuk kepentingan partai agar partai dapat suara yang signifikan di Pilpres. Karena Pileg dan Pilpres dilakukan bersamaan jadi kita tidak bisa memisahkan itu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Membelot ke Jokowi, Bara Hasibuan Didesak Dicopot dari Waketum PAN

Dituding Membelot ke Jokowi, Bara Hasibuan Didesak Dicopot dari Waketum PAN

News | Senin, 07 Januari 2019 | 17:42 WIB

Kandidat Dapat Kisi-kisi, Debat KPU Dianggap Seperti Cerita Sinetron

Kandidat Dapat Kisi-kisi, Debat KPU Dianggap Seperti Cerita Sinetron

News | Senin, 07 Januari 2019 | 13:52 WIB

Hadiri Harlah PPP, Maruf Amin Ungkap Kenangan Manis Jadi Politisi

Hadiri Harlah PPP, Maruf Amin Ungkap Kenangan Manis Jadi Politisi

News | Senin, 07 Januari 2019 | 07:45 WIB

Banyak Kampanye Gimmick, KPU Dikritik Batalkan Penyampaian Visi Misi Capres

Banyak Kampanye Gimmick, KPU Dikritik Batalkan Penyampaian Visi Misi Capres

News | Senin, 07 Januari 2019 | 00:30 WIB

SBY Bersiap Turun Gunung Kampanyekan Prabowo-Sandiaga

SBY Bersiap Turun Gunung Kampanyekan Prabowo-Sandiaga

News | Sabtu, 05 Januari 2019 | 17:22 WIB

Terkini

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB