Tim Prabowo Kasihan dengan KPU Jadi Sasaran Bully karena Ini

Pebriansyah Ariefana, Stephanus Aranditio

Senin, 07 Januari 2019 | 20:46 WIB
Tim Prabowo Kasihan dengan KPU Jadi Sasaran Bully karena Ini
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, memeriksa kotak suara yang terbuat dari karton tebal kedap air di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (17/12). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso merasa kasihan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dicecar pemberitaan miring terkait pembatalan agenda penyampaian visi dan misi capres - Cawapres. Padahal itu kesepakatan kedua kubu dari masing-masing paslon capres - cawapres.

Priyo yang pernah menjabat sebagai wakil ketua DPR itu merasa kasihan dengan Ketua Umum KPU, Arief Budiman yang menjadi sasaran pemberitaan terkait kegaduhan penyampaian visi dan misi Capres-Cawapres 2019 ini.

"Kasian itu Mas Arief dibully, tapi saya pernah menjabat sebagai anggota DPR bilang sama Mas Arief ya nasiblah sebagai pejabat," kata Priyo di kantor KPU, Senin (7/1/2019).

Priyo yang mewakili tim BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meyakini KPU tetap memegang teguh semua prinsip independensi pada pemilu 2019 ini.

"Selama ini sampai hari ini saya tidak enak hati kalau KPU harus di-bully terkait hal yang sebenarnya ia sudah berikhtiar untuk mencoba adil, saya doakan sampai pemilu selesai, KPU tetap pada sikap independensinya," jelas Priyo.

Politis Partai Berkarya itu menjelaskan penyampaian visi dan misi yang direncanakan digelar pada 9 Januari batal digelar karena ada perbedaan prinsip di antara kedua pasangan calon Jokowi - Maruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Priyo menyebut kalau BPN menginginkan kalau visi misi disampaikan langsung oleh capres - cawapres sedangkan Tim Kemenangan Nasional Jokowi - Maruf Amin bersikeras ingin kalau pemaparan visi misi cukup disampaikan oleh perwakilan dari timses.

"Karena ada perbedaan yang bersikap prinsipil antara 01 dan 02, semua orang tahu, kami inginnya kan capres - cawapres sendiri, sementar 01 cukup timses, akhirnya kan nggak ketemu, bukan dibatalkan," ucap Priyo.

Selanjutnya penyampaian visi dan misi dari masing-masing capres - cawapres akan digelar sendiri oleh kedua pasangan calon. Priyo menambahkan saat ini pihaknya masih menanti aturan KPU terkait bagaimana aturan penyampaian visi misi ini.

baca juga

"Jadi untuk penyampaian visi misi tanggal 9 itu dikembalikan kepada masing-masing calon 01 dan 02 untuk menyelenggarakan sendiri, tapi untuk bagaimana caranya apakah secara live dan seterusnya, masih menunggu batasan dari KPU, sebenarnya tidak betul juga bahasa dibatalkan itu, yang terjadi adalah atas kesepakatan kedua pihak," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Rundown Debat Capres - Cawapres Pilpres 2019 Pertama 17 Januari

Ini Rundown Debat Capres - Cawapres Pilpres 2019 Pertama 17 Januari

News | Senin, 07 Januari 2019 | 20:30 WIB

Kubu Prabowo Kecewa Tim Jokowi Kekeuh Visi Misi Disampaikan Timses

Kubu Prabowo Kecewa Tim Jokowi Kekeuh Visi Misi Disampaikan Timses

News | Senin, 07 Januari 2019 | 20:07 WIB

Prabowo - Sandiaga Akan Gelar Town Hall Meeting Sebelum Debat

Prabowo - Sandiaga Akan Gelar Town Hall Meeting Sebelum Debat

News | Senin, 07 Januari 2019 | 17:58 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×