Hasil Survei Prabowo Berpeluang Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Caranya?

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 09 Januari 2019 | 06:15 WIB
Hasil Survei Prabowo Berpeluang Kalahkan Jokowi di Pilpres 2019, Caranya?
Prabowo Subianto (dua kanan) menabur bunga usai berdoa saat berziarah dikuburan massal korban bencana gempa dan tsunami di Desa Siron, Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/12/2018). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Suara.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menilai Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin belum tentu bisa mengalahkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Meski memiliki elektabilitas lebih besar, yaitu 54,9 persen.

Burhanuddin Muhtadi beralasan pemilih yang masih dapat merubah pilihannya atau swing voters masih sebanyak 25 persen.

"Maka masih ada peluang pasangan capres-cawapres Prabowo - Sandiaga untuk memenangkan Pemilu 2019," kata Burhanuddin Muhtadi saat mempresentasikan hasil survei dari lembaga survei yang dipimpinnya, di Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia terhadap 1.220 responden di 34 provinsi di Indonesia pada 16-26 Desember 2018, menyimpulkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, memiliki elektabilitas 54,9 persen atau unggul 20,1 persen dibandingkan dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, yang memiliki elektabilitas 34,8 persen.

Buhan menjelaskan, kalau pemilu presiden diselenggarakan saat ini, maka pasangan Jokowo - Maruf Amin akan memenangkan pemilu presiden. Tapi karena pemilu presiden diselenggarakan pada 17 April 2019 atau sekitar tiga bulan mendatang, maka elektabilitas 54,9 persen masih belum aman.

"Elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres masih bisa berubah dalam waktu tiga bulan ke depan. Apalagi masih ada 'indecided voters' serta 'swing voters' yang seluruhnya mencapai 25 persen," tuturnya.

Keunggulan elektabilitas pasangan Jokowi - Maruf Amin sebesar 20,1 persen, menurut dia, masih bisa berubah dengan adanya "swing voters" yang mencapai 25 persen. Karena itu, Burhan mengingatkan, TKN Jokowi - Maruf Amin untuk terus bekerja keras dan tidak cepat puas.

Burhan juga mengingatkan, BPN Prabowo-Sandi untuk tetap semangat karena masih ada peluang untuk memenangkan pemilu presiden 2019. Survei dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia terhadap sebanyak 1.220 responden berusia 17 tahun ke atas dengan sampel acak di 34 provinsi di Indonesia, pada 6-16 Desember 2019. Metode survei yang digunakan yakni wawancara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Adapun margin of error rata-rata sebesar plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Ganti 44 Pejabat Strategis, Termasuk Kepala Basarnas

Jokowi Ganti 44 Pejabat Strategis, Termasuk Kepala Basarnas

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 22:01 WIB

Berdialog dengan Guru, Sandiaga Janji Atasi Kesenjangan Gaji

Berdialog dengan Guru, Sandiaga Janji Atasi Kesenjangan Gaji

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 21:49 WIB

Kubu Prabowo Minta Gerakan Papua Merdeka Ditetapkan sebagai Teroris

Kubu Prabowo Minta Gerakan Papua Merdeka Ditetapkan sebagai Teroris

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 21:37 WIB

Ma'ruf Amin: Saat Debat Pilpres, Saya Tetap Pakai Sarung

Ma'ruf Amin: Saat Debat Pilpres, Saya Tetap Pakai Sarung

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 21:30 WIB

Ma'ruf Amin Luncurkan Program Gus Iwan, Santri Rupawan Wirausahawan

Ma'ruf Amin Luncurkan Program Gus Iwan, Santri Rupawan Wirausahawan

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 19:41 WIB

Terkini

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

×