Usai Diperiksa Bawaslu, Bima Arya Jelaskan Pose Satu Jari di Kampanye Maruf

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 11 Januari 2019 | 20:12 WIB
Usai Diperiksa Bawaslu, Bima Arya Jelaskan Pose Satu Jari di Kampanye Maruf
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto usai diperiksa Bawaslu (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor memeriksa Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait dugaan pelanggaran pemilu lantaran berpose satu jari saat cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin berkunjung di Pesantren Al-Ghazaly, Kota Bogor, pekan lalu.

Dalam kasus ini, Bima Arya dicecar sebanyak 15 pernyaaan terkait dugaan kampanye terselubung lantaran berpose satu jari.

"Tadi ada sekitar 15 pertanyaan dan sudah dijawab semua. Ini masih pemeriksaan awal, kita masih kumpulkan data informasi apakah unsur-unsur kampanyenya memenuhi atau tidak, kalau tidak di close di sini,"  kata Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas, Jumat (11/1/2019).

Terkait kasus ini, kata dia, Bawaslu akan terus mengumpulkan bukti-bukti yang menjadi bahan dalam rapat pleno untuk menentukan status Bima Arya.

"Inikan sudah hari ketiga, kemarin kita sudah mengumpulkan keterangan dari Panwascam, tim pemenangan daerah dan lainnnya. Tahapan selanjutkan pengumpulan data karena kita ada tim investigasi, lalu kita plenokan. Mungkin satu dua hari selesai, paling telat Selasa besok," jelasnya.

Setelah merampungkan pemeriksaan, Bima Arya membantah pose satu jari yang dilakukannya dalam acara cawapres Ma'ruf Amin tidak ada unsur kampanye. Pose tersebut hanya sekedar ekspesi saat memberikan keterangan.

"Saat itu pak Kyai (Ma'ruf) sedang pressconference, saya diminta duduk di depan pak Kiai. Temen-temen wartawan spontan bertanya maksud kedatangan saya. Secara insting, refleks mengatakan maksudnya satu, saat saya mengatakan satu disertai penekanan dan penguatan makna simbol satu," beber Bima.

Dia menyebutkan kehadirannya di acara kampenye Ma'ruf hanya sebagai undangan lantaran kapasitasnya sebagai Wali Kota Bogor. Politikus PAN itu pun mengklaim bakal bersikap selama pelaksanaan Pilpres 2019.

"Saya ke sana undangan, bukan kampanye dan jadi simbol satu itu lebih kepada penguatan makna alasan saya datang ke sana yaitu satu memuliakan tamu. Bisa dilihat di media saya izin ke PAN tidak dukung manapun karena ingin fokus kerja," tutup Bima.

baca juga

Diketahui, kehadiran Bima Arya dalam kunjungan Cawapres Ma'ruf Amin ke Pesantren Al-Ghazaly, Kota Bogor pada Sabtu 5 Januari 2019 lalu mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, Bima Arya kedapatan turut ikut berpose satu jari dalam acara blusukan pendamping capres petahana Joko Widodo. Namun demikian, Bima Arya menyebutkan jika kunjungan itu hana sebatas menerima tamu.

"Jawaban saya 1, rosul mengajarkan kita untuk memuliakan tamu. KH Ma'ruf Amin ini tamu agung tamu kita. Ketua MUI saja menerima, apalagi saya muridnya ketua MUI harus lebih menerima," kata Bima, di lokasi kunjungan, Sabtu (5/1/2019).

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salam 2 Jari Dipersoalkan, Anies: Harusnya Tak Perlu Jadi Fokus Pembicaraan

Salam 2 Jari Dipersoalkan, Anies: Harusnya Tak Perlu Jadi Fokus Pembicaraan

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 18:08 WIB

Bawaslu Soroti Rencana Tablig Akbar PA 212 di Solo

Bawaslu Soroti Rencana Tablig Akbar PA 212 di Solo

News | Jum'at, 11 Januari 2019 | 10:44 WIB

Salam Dua Jari di Acara Gerindra, Anies Terancam 3 Tahun Penjara

Salam Dua Jari di Acara Gerindra, Anies Terancam 3 Tahun Penjara

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 19:03 WIB

Besok Bawaslu Putuskan Kampanye Salam 2 Jari Anies Baswedan

Besok Bawaslu Putuskan Kampanye Salam 2 Jari Anies Baswedan

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 14:23 WIB

Ada Keanehan Dalam Putusan Bawaslu soal Caleg DPD RI OSO

Ada Keanehan Dalam Putusan Bawaslu soal Caleg DPD RI OSO

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 13:33 WIB

Terkini

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:20 WIB

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:57 WIB

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:47 WIB

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:41 WIB

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:39 WIB

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:31 WIB

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:22 WIB

×