Tragedi Kapal Multi Prima I, Potret Kecelakaan yang Kalah Kelas

Tim Liputan Khusus

Senin, 14 Januari 2019 | 16:07 WIB
Tragedi Kapal Multi Prima I, Potret Kecelakaan yang Kalah Kelas
[Suara.com/Aldie Syaf Bhuana]

Suara.com - Karamnya Kapal Multi Prima I di perairan Selat Alas Sumbawa NTT dua bulan lalu, menyisakan banyak persoalan yang belum tuntas. Keluarga korban pesimistis persoalan itu bisa terselesaikan, sebab insiden tersebut dinilai ‘kalah kelas’ dibanding kecelakaan yang lebih mencuri perhatian khalayak.

JUMAT, 26 Oktober 2018, telepon genggam Ummi berbunyi. Ia kaget kala membaca isi pesan singkat yang diterimanya via ponsel: sang ayah, Mahmud Dullah Pande Saleh, memutuskan kembali berlayar setelah dua tahun silam pensiun.

Keputusan Pande untuk kembali ke laut kali ini ternyata benar-benar menjadi yang terakhir untuknya. Laut tak lagi mau melepasnya ke daratan.

Tiga pekan kemudian, Kamis 22 November 2018, kapal kargo Multi Prima I rute Surabaya menuju Waingapu, dikabarkan tenggelam di sekitar Selat Alas Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

Karamnya kapal tersebut menyisakan kisah pilu. Enam ABK hingga kekinian belum ditemukan.

Salah satu ABK yang belum ditemukan itu adalah Pande Saleh. Lelaki berusia 67 tahun itu adalah satu dari 6 ABK Multi Prima I yang belum ditemukan.

Ummi Hadyah Saleh, putrinya, menuturkan keluarga sebenarnya tidak mengizinkan sang ayah untuk kembali berlayar. Sebab, Pande sudah menyatakan pensiun sejak dua tahun silam.

Namun, keputusan Pande berubah pada tanggal 26 Oktober 2018. Ummi kala itu mendapat pesan singkat dari ibu yang menyampaikan kabar sang ayah ingin kembali berlayar.

"Aku dan ibuku sudah mohon-mohon sampai menangis-nangis agar bapak tidak usah lagi berlayar. Ini kali pertama bapak pergi berlayar setelah beliau sekitar dua tahun lalu berhenti berlayar, pensiun," tutur Ummi, Senin (14/1/2019).

baca juga

Ternyata, tekad Pande untuk kembali merasakan embusan angin laut khas para pelaut tak lagi tertahan.

Selang sehari setelah meminta izin keluarga, persisnya Sabtu 27 Oktober 2018, Pande secara khusus memanggil Ummi, putri kesayangannya dan sang istri.

”Kami kira, bapak memutuskan untuk tak berlayar. Ternyata kami salah. Bapak bilang tiket sudah dibeli oleh pemilik kapal. Aku sudah bilang, uangnya akan kukembalikan. Tapi bapak tetap mau berangkat, ya Allah,” tuturnya.

Tangis Ummi dan sang ibu kembali pecah di hadapan Pande. Berkali-kali mereka meminta Pande tak berlayar. Tapi, panggilan samudera kepada sang pelaut tua sungguh menggoda.

”Dia bilang, panggilan untuk kembali berlayar itu adalah hadiah, rezeki dari yang maha kuasa. Tidak boleh ditolak,” kata Ummi yang juga jurnalis Suara.com ini.

Ummi menangis sejadi-jadinya mendengar ketetapan hati sang ayah. Upaya untuk memperingati Pande bahwa musim penghujan di penghujung tahun sudah tiba sehingga laut tengah ganas-ganasnya pun ditepis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Berkekuatan 5,2 SR Guncang Pulau Rote

Gempa Berkekuatan 5,2 SR Guncang Pulau Rote

News | Rabu, 02 Januari 2019 | 06:54 WIB

Pesona Sawah Lingko di Tengah Udara Sejuk Desa Cancar di NTT

Pesona Sawah Lingko di Tengah Udara Sejuk Desa Cancar di NTT

Lifestyle | Senin, 24 Desember 2018 | 19:00 WIB

KNKT Temukan Titik Karam Kapal Multi Prima, Belum Tentu Diangkat

KNKT Temukan Titik Karam Kapal Multi Prima, Belum Tentu Diangkat

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 13:43 WIB

Terkini

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Selimuti Seluruh Sumut: Kualitas Udara Tidak Sehat

Sumut | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

Pakar UGM Desak Penanganan Karhutla Lebih Agresif, Tak Cukup Menunggu Hujan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:07 WIB

8 Rekomendasi Tumbler Stainless Steel 316 Tahan Dingin 24 Jam

8 Rekomendasi Tumbler Stainless Steel 316 Tahan Dingin 24 Jam

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Emil Audero Pasang Target Gila untuk Timnas Indonesia, Negara Eropa Patut Waspada

Emil Audero Pasang Target Gila untuk Timnas Indonesia, Negara Eropa Patut Waspada

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

Asap Karhutla Ancam Balita, 62.400 Anak Tercatat Mengalami ISPA

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:59 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Kota Padang

Kemensos Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Kota Padang

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026, bank bjb Perkuat Citra Merek

Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026, bank bjb Perkuat Citra Merek

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Gus Ipul Dorong Bupati Bandung Barat dan Pekalongan Perkuat Gerakan Agen Perlinsos

Gus Ipul Dorong Bupati Bandung Barat dan Pekalongan Perkuat Gerakan Agen Perlinsos

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:52 WIB

MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!

MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali

Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali

Bali | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:48 WIB

×