Gembar-gembor Anti Asing, Prabowo Minta Indonesia Belajar dari Cina

Iwan Supriyatna, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 15 Januari 2019 | 06:07 WIB
Gembar-gembor Anti Asing, Prabowo Minta Indonesia Belajar dari Cina
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto didampingi calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, para ahli atau pakar menyebut kalau Indonesia sedang mengalami deindustrialisasi. Oleh karena itu, Prabowo meminta bangsa Indonesia belajar dari negara-negara yang berhasil seperti Cina.

Indonesia menurut Prabowo harus belajar dari negara-negara tetangga yang mampu bangkit dari kemiskinan. Cina menjadi salah satu contoh negara yang mampu memberantas kemiskinan.

"Republik Rakyat Tiongkok berhasil menghilangkan kemiskinan dalam 40 tahun mereka menghilangkan kemiskinan. Vietnam bangkit, Filipina bangkit, India bangkit," ungkap Prabowo dalam Pidato Kebangsaan bertajuk 'Indonesia Menang' di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin (14/1/2018) malam.

Namun sepertinya keinginan Prabowo untuk melihat Indonesia sama seperti negara-negara tersebut terganjal oleh satu hal yang disampaikan oleh para ahli.

Para ahli itu menyebutkan kalau negara Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi.

Deindustrialisasi ialah terjadi penurunan peranan sektor industri manufaktur baik dalam segi kontribusi jumlah output maupun kontribusi jumlah pekerja dalam sebuah perekonomian.

Menurutnya kondisi seperti itu harusnya diubah menjadi negara industrialisasi. Prabowo mengatakan, kalau Indonesia tidak perlu menutup diri untuk belajar dari negara-negara tetangga yang sudah berhasil melewati itu.

"Kita harus belajar dari bangsa-bangsa yang lebih berhasil dari kita mari kita belajar dari Tiongkok, dari India, dari Vietnam, dari Korea Selatan, dari negara-negara yang berhasil," ujarnya.

baca juga

Prabowo tidak ingin Indonesia berada dalam posisi terendah di piramida yang berisikan negara-negara tetangga dan negara Asia Timur. Dirinya meminta kepada bangsa Indonesia untuk tidak melulu puas dengan kinerja para elite.

"Jangan kita puas dengan kelakuan-kelakuan elite kita sendiri disini. Krakatau Steel, Pertamina, PLN tidak boleh hancur, tidak boleh rugi. Kita tidak boleh lagi berada di piramida yang paling bawah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Kalahkan Jokowi, Prabowo Janji Bebaskan Ulama dari Persekusi

Jika Kalahkan Jokowi, Prabowo Janji Bebaskan Ulama dari Persekusi

News | Senin, 14 Januari 2019 | 23:24 WIB

Presiden PKS Kritik Pidato Kebangsaan Prabowo Tidak Fokus

Presiden PKS Kritik Pidato Kebangsaan Prabowo Tidak Fokus

News | Senin, 14 Januari 2019 | 23:09 WIB

Prabowo: Jika Perang, Indonesia Hanya Mampu Bertahan 3 Hari

Prabowo: Jika Perang, Indonesia Hanya Mampu Bertahan 3 Hari

News | Senin, 14 Januari 2019 | 23:01 WIB

Terkini

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

Garmin Pamerkan Inovasi Kesehatan Digital Terbaru dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok

Garmin Pamerkan Inovasi Kesehatan Digital Terbaru dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok

Health | Selasa, 03 November 2026 | 09:29 WIB

Investasi Industri Kreatif Ciptakan Efek Berganda bagi Perekonomian

Investasi Industri Kreatif Ciptakan Efek Berganda bagi Perekonomian

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:23 WIB

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Kala Karhutla Nusantara Terus Berulang: Siapa yang Menanggung Derita?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Bertahan Menghijau Pagi Ini, Dibuka ke Level 5.100

IHSG Masih Bertahan Menghijau Pagi Ini, Dibuka ke Level 5.100

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:18 WIB

×