Baru Diresmikan, Anies Kecewa Cucian Truk Sampah Bantargebang Tak Maksimal

Dwi Bowo Raharjo | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 15 Januari 2019 | 15:42 WIB
Baru Diresmikan, Anies Kecewa Cucian Truk Sampah Bantargebang Tak Maksimal
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan tempat pencucian truk sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Suara.com/Chyntia Sami)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan tempat pencucian truk sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Namun Anies langsung kecewa dengan sistem di fasilitas tempat pencucian truk tidak berjalan dengan baik.

Dari tempat cucian truk, Anies menginginkan agar truk pengangkut sampah dalam keadaan bersih saat kembali ke Jakarta. Namun, fasilitas cucian yang baru diresmikan itu justru tidak mampu membersihkan secara maksimal.

"Penyemprotan masih belum bagus. Alat semprotnya itu untuk jarak dekat, sementara kalau dari atas ke bak jaraknya jauh. Pada saat itu airnya menyebar, lebih seperti membasuh," kata Anies saat ditemui di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

Pembangunan tempat cucian truk sampah merupakan bentuk kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan tempat pencucian truk sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Suara.com/Chyntia Sami)
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan tempat pencucian truk sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. (Suara.com/Chyntia Sami)

Selama ini, proses pembersihan truk hanya dilakukan secara konvensional sehingga masih ada banyak sampah yang menempel di truk dan menimbulkan bau meski sampah sudah dibuang.

"Selama ini pembersihannya rutin tapi fasilitasnya amat sederhana, masih manual konvensional," ungkap Anies.

Anies pun meminta agar sistem penyemprotan bisa diperbaiki. Sehingga, pembersihan truk bisa dilakukan maksimal dengan menggunakan penyemprotan jarak jauh berintensitas kuat menggunakan air biasa, bukan air busa.

"Sekali membersihkan bisa 16 truk bersamaan menggunakan air biasa. Masa pencucian kira-kira tiga menit, paling maksimal lima menit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies: TPST Bantargebang Jangan Sampai Jadi Monumen Sampah

Anies: TPST Bantargebang Jangan Sampai Jadi Monumen Sampah

News | Selasa, 15 Januari 2019 | 13:18 WIB

Pembahasan Lokasi LRT Dukuh Atas Deadlock, Anies: Kami Akan Putuskan

Pembahasan Lokasi LRT Dukuh Atas Deadlock, Anies: Kami Akan Putuskan

News | Senin, 14 Januari 2019 | 22:41 WIB

Lelang ERP Ditunda, Anies: Jangan Sampai Kemudian Hari Kami yang Bermasalah

Lelang ERP Ditunda, Anies: Jangan Sampai Kemudian Hari Kami yang Bermasalah

News | Senin, 14 Januari 2019 | 21:41 WIB

12 Tahun Cari Keadilan, Warga Petamburan Tuntut Anies Ganti Rugi Rp 11 M

12 Tahun Cari Keadilan, Warga Petamburan Tuntut Anies Ganti Rugi Rp 11 M

News | Senin, 14 Januari 2019 | 17:44 WIB

Soal Wagub DKI, Sandiaga: Insya Allah Akhir Januari Pak Anies Ada Wakilnya

Soal Wagub DKI, Sandiaga: Insya Allah Akhir Januari Pak Anies Ada Wakilnya

News | Minggu, 13 Januari 2019 | 20:16 WIB

Terkini

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:26 WIB

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:19 WIB

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:18 WIB

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

Pengamat Sebut Demokrasi RI Tunjukkan Daya Tahan, Perbedaan Pendapat Dikelola Baik di Era Prabowo

News | Senin, 13 April 2026 | 16:11 WIB

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

Survei Poltracking: Kepuasan ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Tetap Tinggi di Tengah Tekanan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 16:02 WIB

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI

News | Senin, 13 April 2026 | 15:47 WIB

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

Iran Keras soal AS Blokade Selat Hormuz: Kalau Mereka Melawan Kami Melawan, Kami Tidak Tunduk!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:44 WIB

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

Demokrasi RI Ternyata Masih 'Sakti', Survei LSI Buktikan Publik Masih Menaruh Kepercayaan Penuh!

News | Senin, 13 April 2026 | 15:43 WIB