Jokowi Sebut Warga Kesulitan Bayar Pemasangan Listrik Rp 1 Juta

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Sebut Warga Kesulitan Bayar Pemasangan Listrik Rp 1 Juta
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan peninjauan pemasangan instalasi listrik yang dilakukan oleh PLN secara gratis untuk rumah tangga miskin. (Suara.com/Umay Saleh)

Program sambung listrik gratis bertujuan agar masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati listrik.

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan peninjauan pemasangan instalasi listrik yang dilakukan oleh PLN secara gratis untuk rumah tangga miskin dan rentan miskin di Dusun I Kampung Pasar Kolot, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat (18/1/2019).

Pemasangan listrik yang dilakukan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu telah menyambungkan listrik gratis ke 100.970 rumah tangga tidak mampu di Jawa Barat melalui sinergi 34 BUMN. Adapun di Kabupaten Garut, realisasi sambungan listrik gratis oleh PLN dilakukan untuk 30.937 KK yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

"Tadi sudah ada, di Jawa Barat 100.970. Memang ini dimulai di Jawa Barat. Tiga bulan yang lalu kita juga telah memulai di Kabupaten Bogor, Kota Bogor," ujar Jokowi," ujar Jokowi di Cibatu, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).

Menurut Jokowi warga merasa berat jika harus diwajibkan membayar pemasangan listrik awal.

"Kesulitan-kesulitan rumah tangga adalah pada waktu membayar biaya pemasangan Rp1 juta. Ini berat," kata dia.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, program sambung listrik gratis tersebut bertujuan agar masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati listrik sehingga menggenjot perekonomian di Jawa Barat.

Rini menerangkan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian BUMN yang dalam menjalankan usaha tidak hanya mencetak keuntungan tetapi juga memberikan kepedulian bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Terima kasih saya ucapkan kepada 34 BUMN yang sudah terlibat sehingga target penyambungan listrik bagi 100.970 rumah tangga di Jawa Barat bisa tercapai. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita bersama bagi terwujudnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat," kata Ma'ruf.

Untuk diketahui, sebanyk 34 BUMN yang terlibat dalam program ini adalah PLN, Bulog, Jamkrindo, Pegadaian, Semen Indonesia, Dahana, Perhutani, BRI, Pindad, Telkom dan Telkomsel, BNI, Airnav, Askrindo, Waskita, PTPN III Holding (PTPN VIII), Jasa Marga, Jasa Raharja, Jasindo, Biofarma, KAI, Hutama Karya, Telkomsel, Pertamina, Mandiri, Angkasa Pura 2, Pelindo 2, BTN, PIHC, WIKA, PP, PGN, Antam, Taspen, ASDP dan POS

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), terdapat 235.756 masyarakat tidak mampu di Jawa Barat belum tersambung/ menikmati listrik PLN secara langsung. Sebagian masyarakat tidak mampu tersebut telah menikmati listrik, namun dengan cara levering atau menyambung dari tetangga dengan membayar iuarn listrik sekitar Rp 40.000 - 50.000 per bulan (Hanya untuk penggunaan bola lampu).

Sementara masyarakat yang mendapatkan listrik dari PLN hanya membayar sekitar Rp 30.000 per bulan yang dapat digunakan untuk lampu, televisi, penanak nasi dan alat elektronik lainnya.

Selain penyambungan listrik secara gratis, PLN dan Asosiasi Instalatir memberikan keringanan Biaya Penyambungan dan Pemasangan Instalasi sebesar 50 persen. Untuk tahap awal program penyambungan listrik ini dilaksanakan di 8 Kabupaten/Kota dengan sasaran sebanyak 130.248 KK, antara lain yaitu Kota Bogor, Kab. Bogor, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kab. Pangandaran, Kab. Cianjur dan Kab. Sukabumi.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS