Meski Terekam CCTV, Penusuk Siswi SMK di Bogor Tak Juga Tertangkap

Bangun Santoso
Meski Terekam CCTV, Penusuk Siswi SMK di Bogor Tak Juga Tertangkap
Lokasi siswi SMK berinisial NN (18) ditusuk orang tidak dikenal di Jalan Riau, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. (Suara.com/Rambiga)

"Nyari orang itu tidak gampang, apalagi minim saksi yang melihat secara langsung,"

Suara.com - Pelaku penusukan yang menewaskan seorang siswi SMK di Kota Bogor hingga kini belum juga tertangkap. Polresta Bogor Kota masih berupaya untuk mengungkap siapa pelaku penusukan siswi SMK Katolik Baranangsiang itu.

"Tim masih bergerak di lapangan, setiap hari kami terima laporan, tapi tidak semua bisa disampaikan kepada masyarakat," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser, di Bogor, Minggu (20/1/2019).

Polresta Bogor Kota juga berencana menyebar sketsa pelaku pembunuhan tersebut untuk memudahkan pencarian, namun belum diketahui pasti kapan sketsa bisa disebar.

"Tidak tahu kapan sketsa dikeluarkan," kata Hendri seperti dilansir Antara.

Menurut dia, pembuatan sketsa berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah dimintai keterangannya. Total ada 21 orang saksi. Kesulitan untuk mengeluarkan sketsa karena tidak ada saksi yang melihat secara langsung pelaku penusukan.

Sementara kamera pemantau yang merekam detik-detik penusukan juga merekam sangat jauh, sehingga kualitas gambar tidak bagus.

"Iya ada CCTV tapi itu jauh, tidak jelas pelakunya, karena kualitas gambarnya juga tidak bagus," katanya.

Hendri mengatakan, upaya kepolisian mengungkap pelaku kejahatan dilakukan dengan berbagai cara, baik itu scientific investigation dan manual investigation.

"Nyari orang itu tidak gampang, apalagi minim saksi yang melihat secara langsung," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, tim dari Polresta Bogor, Mabes Polri, dan Polda Jawa Barat telah bergerak untuk mengungkap pelaku kejahatan tersebut.

"Kami minta masyarakat bersabar, tim masih bergerak di lapangan," ujar dia.

Peristiwa penusukan siswi SMK Katolik Baranangsiang Kota Bogor Andriana Yubelia Noven Cahaya Rejeki (18) terjadi Selasa (8/1) sekitar pukul 15.55 WIB.

Kejadian tersebut terjadi bersamaan dengan hari pisah sambut Kapolresta Bogor dari Kombes Ulung Sampurna Jaya kepada Kombes Hendri Fiuser.

Hendri merasa mendapat kado yang tidak mengenakkan begitu menduduki jabatan Kapolresta Bogor Kota.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS