Gubernur NTT Mau Tutup Taman Nasional Komodo Setahun, Ini Kata Menteri LHK

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 24 Januari 2019 | 18:52 WIB
Gubernur NTT Mau Tutup Taman Nasional Komodo Setahun, Ini Kata Menteri LHK
Hewan langka Komodo (Shutterstock)

Suara.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat berencana menutup Taman Nasional Komodo (TNK) di Manggarai Barat, dari kunjungan wisatawan selama satu tahun.

Terkait itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan masalah konservasi merupakan urusan pemerintahan pusat, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, gubernur hanya mengusulkan ide atau gagasan untuk memperbaiki Taman Nasional.

Siti menerangkan, hal tersebut mengacu pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

"Gubernur itu punya ide dan gagasan untuk memperbaiki taman nasional. Kita kementerian memang memberikan ruang bahwa Taman nasional di Indonesia boleh menjadi sumber pusat pertumbuhan wilayah," ujar Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Rencana penutupan Taman Nasional Komodo karena Viktor khawatir akan kondisi komodo yang semakin kurus disertai populasi yang terus berkurang. Adapun tujuan penutupan Taman Nasional Komodo untuk meningkatkan populasi komodo dan memulihkan kondisi makanannya.

Terkait itu, Siti menyambut baik usulan Victor Laiskodat. Ia pun sudah mengaku sudah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno untuk mengumpulkan informasi dan permasalahan yang ada di Taman Nasional Komodo.

"Jadi saya kira ide pak Gubernur kita harus didengar tapi saya sudah bilang dengan pak Dirjen dan sekarang sedang dikerjakan, collect atau kumpulkan semua informasi dari lapangan di taman nasional sudah ada master plan dan ada zona zonanya dan sekaligus cek apa yang jadi masalah kan di Taman nasional komodo sudah bekerja sistem yang destinasi wisata," kata dia.

Menurut Siti, Taman Nasional Komodo sudah ada pengembangan wisata yang dikelola oleh pihak swasta di bawah pembinaan Kementerian Pariwisata. Nantinya setelah data dikumpulkan, pihaknya akan mengundang Pemerintah Provinsi NTT untuk mencari jalan keluar terkait permasalahan di Taman Nasional Komodo

"Jadi sudah ada pengusaha bisnis swasta lalu Pembinaan dari kementerian pariwisata. Oleh karena itu segera setelah data di kumpulkan pemda Provinsi NTT kita Undang dan kita carikan jalan keluarnya, yang penting sasaran pemdanya kita capai," ucap Siti.

Lebih lanjut, Siti menyebut pihaknya perlu mengkaji rencana Viktor Laiskodat sebelum menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo.

"Iya belum bisa (langsung ditutup), pemerintah daerah harus konsultasi dan harus di dalam koridor urusan yang ditangani oleh Dirjen Konservasi (Sumber Daya Alam dan Ekosistem)," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pulau Komodo Akan Diperbaiki, Saat Dibuka Nanti Tiket Masuknya Rp 7 Juta

Pulau Komodo Akan Diperbaiki, Saat Dibuka Nanti Tiket Masuknya Rp 7 Juta

Bisnis | Rabu, 16 Januari 2019 | 14:26 WIB

KM La Hila Tenggelam di Perairan Pulau Padar, Dua Wisatawan Hilang

KM La Hila Tenggelam di Perairan Pulau Padar, Dua Wisatawan Hilang

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 18:58 WIB

Ilmuwan Ini Mengkloning Pohon Purba Berusia Ribuan Tahun, Ini Wujudnya

Ilmuwan Ini Mengkloning Pohon Purba Berusia Ribuan Tahun, Ini Wujudnya

Tekno | Jum'at, 21 Desember 2018 | 13:00 WIB

Miris, Penyu Hijau Jadi Hidangan di Kota Cebu

Miris, Penyu Hijau Jadi Hidangan di Kota Cebu

Lifestyle | Kamis, 20 Desember 2018 | 09:30 WIB

Terkini

Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari

Sejumlah Wilayah Jakarta Dikepung Banjir Buntut Hujan Deras yang Mengguyur Sejak Sore Hari

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:58 WIB

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:35 WIB

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:31 WIB

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:58 WIB

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:42 WIB

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:19 WIB

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:16 WIB