Ace: Tudingan Jokowi Antek Asing By Design untuk Membangun Framing

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Februari 2019 | 14:52 WIB
Ace: Tudingan Jokowi Antek Asing By Design untuk Membangun Framing
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai isu Jokowi antek asing selama memerintah Indonesia sengaja diciptakan untuk membangun opini. Hal itu sengaja diciptakan khusus Pilpres 2019.

Ace mengatakan Jokowi sudah sering diguncang fitnah, hoaks dan ujaran kebencian.

"Hoaks ini by design untuk membangun framing negara kita sudah dikuasai asing, hilang kedaulatan, dan di ambang kebangkrutan," ujar Ace di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Ace mengatakan bahwa fitnah yang ditujukan kepada Jokowi beragam, mulai dari dituding membuka ekonomi Indonesia terhadap serbuan korporasi global, menjadi boneka China, sampai dengan serbuan tenaga kerja asing China.

Fitnah itu, kata Ace, mirip dengan strategi "firehose of falsehood" yang digunakan dalam pilpres AS dan Brasil.

Di AS, dia mencontohkan Donald Trump menggunakan model proganda ini dan mengangkat tema Make America Great Again.

"Tema yang sama juga berkali-kali dengan gunakan propaganda yang sama Make Indonesia Great Again," ujarnya.

Bagi Jokowi - Maruf Amin, kemiripan ini bukan kebetulan, melainkan ada indikasi untuk mejiplak propaganda Trump untuk digunakan di Indonesia.

"Bisa saja untuk kebutuhan itu didatangkan konsultan-konsultan asing untuk mendukung penggunaan propaganda ini," jelasnya.

baca juga

Ia menekankan propoganda ala firehose of falsehood memiliki ciri, pertama, berusaha mendapatkan perhatian media dengan pernyataan dan tindakan yang konyol dan mengundang kontroversi.

Kedua, melemparkan pernyataan-pernyataan yang bentuknya partial truth, misleading claim, dan bahkan bohong dengan tujuan menghilangkan kepercayaan pada data objektif dan merusak kredibilitas sumber data. Ketiga, pernyataan itu dikeluarkan secara berulang-ulang dan terus-menerus sehingga menjangkau banyak orang.

Keempat, menuduh lawan politik melakukan kebohongan. Kelima, menyentuh sisi-sisi sentimen/emosional dengan menebar kebecian, keterancaman, dan ketakutan untuk membuat masyarakat bersikap konservatif.

Menuerut Ace, dengan membongkar strategi propaganda ala Rusia, Jokowi sedang mengingatkan rakyat agar tidak tertipu oleh model propaganda seperti itu. Ace menekankan bahwa ongkos yang dipertaruhkan akan sangat besar jika elite politik menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan.

"Selain itu, Pak Jokowi memberi peringatan terhadap bahaya penggunaan propaganda seperti ini karena bisa memecah belah dan mengadu domba rakyat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Mau Rel Kereta Cibatu-Garut Aktif Kembali, Tapi Ini Nasib Warganya

Jokowi Mau Rel Kereta Cibatu-Garut Aktif Kembali, Tapi Ini Nasib Warganya

News | Senin, 04 Februari 2019 | 14:40 WIB

Kedubes Rusia Tepis Tudingan Jokowi soal Teori Propaganda Rusia

Kedubes Rusia Tepis Tudingan Jokowi soal Teori Propaganda Rusia

News | Senin, 04 Februari 2019 | 14:28 WIB

CEK FAKTA: Udang yang Gigit Tangan Jokowi Ditetapkan Jadi Tersangka?

CEK FAKTA: Udang yang Gigit Tangan Jokowi Ditetapkan Jadi Tersangka?

News | Senin, 04 Februari 2019 | 14:24 WIB

Romahurmuziy: Kubu Prabowo - Sandiaga Sebar Hoaks dan Menistakan Ulama

Romahurmuziy: Kubu Prabowo - Sandiaga Sebar Hoaks dan Menistakan Ulama

News | Senin, 04 Februari 2019 | 13:49 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Pose Bareng Cucu PKI, Asli atau Editan?

CEK FAKTA: Prabowo Pose Bareng Cucu PKI, Asli atau Editan?

News | Senin, 04 Februari 2019 | 13:47 WIB

Terkini

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

Pemerintah Dinilai Biayai Bencana, Anggaran Pemicu Deforestasi Jauh Melampaui Dana Mitigasi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:53 WIB

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

Bupati Gowa Tersangka Pemerasan, Pernah Diperiksa Kasus Korupsi Seragam Sekolah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:49 WIB

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

Gaya Hidup Mewah Deputi II Bakom RI Timothy Ivan Triyono Jadi Sorotan, Seberapa Hedonnya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:47 WIB

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 18:43 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

×