Ma'ruf Amin Tidak Ingin Pondok Pesantren Jadi Bengkel Anak Nakal

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 05 Februari 2019 | 17:20 WIB
Ma'ruf Amin Tidak Ingin Pondok Pesantren Jadi Bengkel Anak Nakal
Maruf Amin. (Suara.com/Walda)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, mendukung gerakan "Ayo Mondok" untuk regerasi kiai dan ulama di Indonesia. Gerakan tersebut diinisiasi oleh Asosiasi Pesantren Nahdatul Ulama.

Saat memberikan sambutan di Pondok Pesantren Al Hidayat Krasak, Demak, Jawa Tengah, Ma'ruf mengatakan bangsa Indonesia perlu menyiapkan generasi muda yang nantinya dapat menggantikan peran ulama pendahulunya.

"Mari kita dukung upaya para ulama mendirikan pesantren. Kepada para orang tua, ayo mengirim anak-anaknya ke pesantren. Saya setuju sekali dengan gerakan Ayo Mondok," ucap Ma'ruf seperti dilansir Antara, Selasa (5/2/2019).

Ma ruf kemudian mengimbau para orangtua agar mengirimkan anak-anaknya yang cerdas untuk dididik di Pondok pesantren.

"Anak-anak yang cerdas dididik di Pondok pesantren, nantinya diharapkan dapat membawa perubahan pada pembangunan negara," ujarnya.

Ketua MUI nonaktif ini khawatir jika yang dikirim orangtua ke Ponpes adalah anak yang malas atau bermasalah tidak akan membawa perubahan.

"Anak-anak yang dididik di pondok pesantren sebagai santri, nantinya bisa jadi apa saja. Bisa jadi ulama, usahawan, kepala daerah, dan bahkan pemimpin nasional," tuturnya.

Ma'ruf meiminta pada orangtua yang memiliki anak lebih dari dua bisa mengirimkan anak pintarnya ke Ponpes. Santri yang akan menjadi ulama kelak, kata dia, harus mampu membagikan dan menerapkan ilmunya kepada masyarakat.

"Kalau orang tua memiliki dua atau tiga anak, salah satu anak, harus dikirim ke pesantren. Anak yang dikirim ke pesantren hendaknya anak yang cerdas," katanya.

baca juga

Menurut Ma'ruf, kebanyakan dari orangtua mengirimkan anak-anaknya yang cerdas untuk menjadi dokter, insinyur, atau sarjana lainnya. Sebaliknya, anak yang tidak cerdas dikirim ke pesantren.

"Jadi santri itu disebut kw-2. Nantinya kalau jadi kiai, kiai bodoh. Padahal kiai itu harus cerdas, karena akan membimbing umat," kata Ma'ruf.

Lebih jauh Ma'ruf mengatakan, ia khwatir pesantren di Indonesia akan jadi tempat kumpul anak-anak nakal yang dikirimkan orangtua. Untuk itu ia mengimbau pada orangtua untuk tidak mengirimkan anaknya yang malas, tidak patuh atau yang mendapat nilai jelek ke pondok pesantren.

"Apalagi kalau anak itu nakal susah dididik, lalu di kirim ke Pondok pesantren, akhirnya pondok pesantren jadi bengkel anak nakal," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Cawapres pendamping Joko Widodo ini mengimbau semua pihak untuk mendukung gerakan Ayo Mondok di pondok-pondok pesantren sebagai generasi penerus ulama yang berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Prabowo Menang, Jokowi dan Ma'ruf Amin Diangkat Jadi Wantimpres

Jika Prabowo Menang, Jokowi dan Ma'ruf Amin Diangkat Jadi Wantimpres

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 04:32 WIB

Maruf Amin Usul Tunjuk Menteri Pendidikan Pesantren, Minta APBN Rp 20 T

Maruf Amin Usul Tunjuk Menteri Pendidikan Pesantren, Minta APBN Rp 20 T

News | Senin, 04 Februari 2019 | 13:40 WIB

Erick Thohir:  Apa yang Dibangun Pemerintah Jokowi Membantu Milenial

Erick Thohir: Apa yang Dibangun Pemerintah Jokowi Membantu Milenial

News | Minggu, 03 Februari 2019 | 17:32 WIB

Novel Bamukmin Dorong Elite PBB Gelar Muktamar Luar Biasa Gulingkan Yusril

Novel Bamukmin Dorong Elite PBB Gelar Muktamar Luar Biasa Gulingkan Yusril

News | Minggu, 03 Februari 2019 | 13:48 WIB

Elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah Turun 2 Persen

Elektabilitas Jokowi di Jawa Tengah Turun 2 Persen

News | Minggu, 03 Februari 2019 | 13:34 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×