Jokowi Suruh Prabowo Laporkan APBN Bocor, Sandiaga: Dana KPK Terbatas

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 08 Februari 2019 | 12:52 WIB
Jokowi Suruh Prabowo Laporkan APBN Bocor, Sandiaga: Dana KPK Terbatas
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno disinggung soal tantangan Jokowi agar dirinya melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya kebocoran Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN). Menanggapi hal itu seharusnya kebocoran itu menjadi bahan introspeksi pemerintah.

Sandiaga menjelaskan bahwa KPK sudah sedianya menjalankan tugasnya untuk memberantas korupsi bahkan KPK siap melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) setiap hari, namun dana yang dimilikinya tentu terbatas. Terlebih KPK seringkali mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat sedang menjalani tugas.

"KPK bilang kalau OTT setiap hari bisa, tapi mereka ada keterbatasan dana, KPK diserang sudah sangat berani penegak hukum diserang," kata Sandiaga di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).

Dengan upaya KPK yang berjuang menyelamatkan negara dari tangan-tangan koruptor tersebut ternyata dinilai Sandiaga belum juga mampu memberikan efek jera kepada para koruptor.

Apa yang diucapkan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait adanya kebocoran dalam APBN hingga Rp 500 triliun disebut Sandiaga sudah berlangsung sejak 2014 silam. Dari data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dilihatnya, jumlah korupsi dari satu tangan koruptor bisa mencapi Rp 3 - 5 triliun.

"Menurut kita belum sebagian, karena kata KPK, kalau mau OTT setiap hari juga bisa. Bayangkan kalau tiap hari Rp 1 triliun, bisa Rp 365 triliun," ujarnya.

"Jadi buat kita ini jangan digunakan sebagai ajang saling serang, tapi introspeksi, bahwa anggaran kita belum digunakan untuk kesejahteraan rakyat," sambungnya.

Oleh karena itu Sandiaga mengatakan kalau seharusnya perilaku-perilaku para tangan-tangan kotor itulah yang seharusnya ditindak. Sebab itu, sebagai cawapres, dirinya beserta Prabowo mendoronga adanya pemerintahan yang tegas sehingga dapat menghilangkan budaya korupsi yang menggegoroti uang rakyat.

"Kalau pemerintahan tegas dan kepemimpinan kuat dan pemerintahan bersih kebocoran itu bisa kita kurangi dan kita bisa gunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat," pungkasnya.

baca juga

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk lapor KPK jika memiliki bukti 25 persen anggaran negara bocor. Jokowi menyebut jika benar anggaran negara bocor, 25 persen merupakan angka yang besar.

"Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta. Jangan asal...," kata Jokowi setelah menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/1019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Akui Hasil Survei Internal Elektabilitasnya Masih di Bawah Jokowi

Sandiaga Akui Hasil Survei Internal Elektabilitasnya Masih di Bawah Jokowi

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 11:25 WIB

Suara Jabar Mau Direbut, Sandiaga Minta Pendukung Hormati Kiai dan Presiden

Suara Jabar Mau Direbut, Sandiaga Minta Pendukung Hormati Kiai dan Presiden

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 10:14 WIB

Tiga Alasan Hukum yang Bisa Dipakai Jokowi Cabut Remisi Susrama

Tiga Alasan Hukum yang Bisa Dipakai Jokowi Cabut Remisi Susrama

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 07:34 WIB

Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Doakan Jokowi Menang di Pilpres 2019

Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Doakan Jokowi Menang di Pilpres 2019

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 04:58 WIB

Survei: Prabowo Merosot, Jokowi Naik Pamor di Kalangan Emak-emak

Survei: Prabowo Merosot, Jokowi Naik Pamor di Kalangan Emak-emak

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 06:50 WIB

Terkini

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

×