Batalkan Remisi untuk Pembunuh Jurnalis, Jokowi: Demi Keadilan

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh
Batalkan Remisi untuk Pembunuh Jurnalis, Jokowi: Demi Keadilan
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) dan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) tiba di lokasi pembagian Surat Keputusan tentang Pengelolaan Hutan Sosial di Wana Wisata Pokland Haurwangi, Cianjur, Jumat (8/2). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay]

"Karena ini menyangkut mengenai rasa keadilan masyarakat.

Suara.com - Presiden Jokowi akhirnya menandatangani keputusan presiden perihal pembatalan pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, narapidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Ia mengatakan, kepres tersebut telah ditandatangani pada hari Jumat (8/2/2019). Jokowi mengatakan, pembatalan remisi itu dilakukan setelah mendapat masukan dari kelompok masyarakat dan komunitas jurnalis.

"(Pembatalan remisi) ini setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis," ujar Jokowi di Kota Kasablanka Mal, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Setelah mendapat masukan tersebut, Jokowi mengakui menginstruksikan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Sri Puguh Budi Utami mengkaji dan menelaah pemberian remisi Susrama.

"Kemudian hari Jumat (8/2/2019) telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali sehingga sudah diputuskan, sudah saya tandatangani untuk dibatalkan," tuturnya.

Karena itu, Jokowi menegaskan pembatalan remisi kepada pembunuh jurnalis Prabangsa dikarenakan menimbang rasa keadilan.

"Karena ini menyangkut mengenai rasa keadilan masyarakat.”

Untuk diketahui, I Nyoman Susrama divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Namun, hukuman Susrama menjadi 20 tahun penjara dengan Keppres No 29 Tahun 2018.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS