Marak Alumni Perguruan Tinggi Dukung Capres, Apa Dampaknya?

Iwan Supriyatna, Muhammad Yasir

Senin, 11 Februari 2019 | 13:10 WIB
Marak Alumni Perguruan Tinggi Dukung Capres, Apa Dampaknya?
Ubedilah Badrun. (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun menilai, maraknya dukungan dari kalangan alumni perguruan tinggi kepada kedua pasangan capres dan cawapres hanya sekadar klaim semata.

Menurutnya, maraknya deklarasi dari kelompok yang mengatasnamakan alumni perguruan tinggi menunjukan suatu gejala hyper realitas politik.

Hal itu merupakan sebuah realitas semu di arena pertunjukan politik yang dikonstruksi melalui rekayasa yang semata-mata karena kekuatan finansial dari pemodal untuk membiayai acara tersebut.

"Mudah melakukannya, karena hampir semua orang pernah SMA dan pernah di perguruan tinggi, jadi tinggal klaim saja, makanya tidak ada tandatangan Ketua Alumni masing-masing SMA dan masing-masing perguruan tinggi. Jika ada, saya prediksi ikatan alumni itu pasti pecah di dalamnya," kata Ubedilah saat dihubungi Suara.com, Senin (11/2/2017).

Terkait hal itu, Ubedilah memandang serangkaian deklarasi yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan alumni suatu perguruan tinggi tidak akan memiliki pengaruh yang signifikan dalam menarik perhatian pemilih terpelajar.

Pasalnya, karakteristik dari pemilih terpelajar tersebut dinilai lebih rasional dan kritis.

"Saran saya, kepada para capres cawapres fokus lah pada gagasan baru yang bermanfaat bagi kemajuan negara yang ditawarkan kepada pemilih, mulailah tinggalkan pertunjukan hyper realitas politik itu," imbuhnya.

Sementara itu, pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, dukungan dari kalangan intelektual atau terpelajar sangat penting.

Ujang mengatakan, dukungan dari kalangan intelektual dan terpelajar bisa menjadi alat legitimasi politik bagi kandidat capres dan cawapres.

baca juga

"Kalangan terpelajar penting untuk dirangkul karena mereka biasanya menjadi tokoh masyarakat di lingkungan masing-masing. Dan bisa mengajak masyarakat yang lain untuk memilih paslon tertentu," tutur Ujang.

Meski begitu, Ujang mengatakan, karakteristik pemilih kalangan intelektual dan terpelajar yang kritis dan rasional perlu mendapat perhatian lebih dari paslon petahana.

Pasalnya, jika ada satu kesalahan kecil saja terkait kinerja dan kebijakan dari pemerintah, hal itu bisa berdampak besar terhadap arah dukungan mereka.

"Karena kaum terpelajar sangat rasional. Jika ada kesalahan sedikit saja atas kinerja petahana, maka mereka akan berbalik arah dan akan mendukung oposisi. Oposisi itu akan diuntungkan jika petahananya melakukan blunder politik dan berkinerja buruk," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panelis Debat Capres Berkurang, KPU Sebut Kualitas Pertanyaan DIutamakan

Panelis Debat Capres Berkurang, KPU Sebut Kualitas Pertanyaan DIutamakan

News | Sabtu, 09 Februari 2019 | 19:00 WIB

Media Diminta Tak Melulu Soroti Capres - Cawapres, Tapi Juga Caleg

Media Diminta Tak Melulu Soroti Capres - Cawapres, Tapi Juga Caleg

News | Jum'at, 08 Februari 2019 | 17:01 WIB

Tes Baca Alquran untuk Capres - Cawapres Dinilai Kampungan

Tes Baca Alquran untuk Capres - Cawapres Dinilai Kampungan

News | Minggu, 27 Januari 2019 | 19:26 WIB

Terkini

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:37 WIB

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Klasemen Indonesia di Asian Games 2026 Malam Ini: Tim Merah Putih di Atas Malaysia

Sport | Senin, 21 September 2026 | 22:26 WIB

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

Kapolri Buka Jalan Polwan Jadi Pemimpin Tertinggi, Boni Hargens: Terobosan Paradigmatik

News | Senin, 21 September 2026 | 22:25 WIB

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

Selain Gratiskan Biaya Sekolah Sampai Kuliah, Prabowo Mau Naikan Gaji Guru

News | Senin, 21 September 2026 | 22:23 WIB

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 22:22 WIB

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

Pakar Ingatkan BGN: Sertifikat Higiene Tak Cukup Cegah Keracunan MBG

News | Senin, 21 September 2026 | 22:20 WIB

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:19 WIB

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

Dua Jenderal TNI Dilaporkan ke Puspom Terkait Dugaan Penyerobotan Lahan di Menteng

News | Senin, 21 September 2026 | 22:17 WIB

×