KPK Periksa Dua Pejabat PT Waskita Karya di Kasus Proyek Fiktif

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Jum'at, 15 Februari 2019 | 11:12 WIB
KPK Periksa Dua Pejabat PT Waskita Karya di Kasus Proyek Fiktif
Gedung PT Waskita Karya Tbk. [setkab.go.id]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Dono Parwoto selaku Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dono akan diperiksa dalam kasus suap proyek fiktif yang dilakukan empat perusahaan sub kontraktor yang dikerjakan Waskita Karya.

Dono rencana diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT. Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS).

"Kapasitas saksi Dono kami periksa sebagai saksi untuk tersangka YAS (Yuly Ariandi Siregar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi, Jumat (15/2/2019).

Selain Dono, KPK turut memanggil Kepala Seksi Keuangan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) paket 22 PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Satrio. Satrio akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Yuly.

Belum diketahii apa yang akan didalami oleh penyidik KPK, terhadap pemeriksaan dua saksi tersebut. Sebelumnya, KPK menetapkan dua mantan petinggi Waskita Karya sebagai tersangka kasus proyek fiktif pada Senin (17/12/2018).

Dua tersangka itu adalah mantan Kepala Divisi II PT. Waskita Karya Fathor Rachman dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT. Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.

Fathor dan Yuly diduga menunjuk beberapa perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

"Sebagian dari pekerjaan tersebut diduga telah dikerjakan oleh perusahaan lain, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan subkontraktor yang teridentifikasi sampai saat ini," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo.

Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Atas subkontrak pekerjaan fiktif itu, PT. Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

baca juga

Namun, selanjutnya, perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT. Waskita Karya kepada sejumlah pihak termasuk yang kemudian diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar.

Atas kasus tersebut, diduga kerugian negara dari hitungan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mencapai Rp 186 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suap Kemenpora, KPK Perpanjang Masa Tahanan Tiga Tersangka

Suap Kemenpora, KPK Perpanjang Masa Tahanan Tiga Tersangka

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:42 WIB

Bupati Tulungagung Nonaktif Syahri Mulyo Divonis 10 Tahun Penjara

Bupati Tulungagung Nonaktif Syahri Mulyo Divonis 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 19:40 WIB

KPK Sangkal Keliru Jerat Irman Gusman di Kasus Gula Impor

KPK Sangkal Keliru Jerat Irman Gusman di Kasus Gula Impor

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 19:13 WIB

Terkini

Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya

Kebakaran Pabrik OKI Pulp & Paper Berlangsung 4 Jam, Ratusan Karyawan Berhamburan, Ini Faktanya

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 18:18 WIB

Bagaimana Cara Mengecek Kesehatan Baterai HP Android secara Akurat?

Bagaimana Cara Mengecek Kesehatan Baterai HP Android secara Akurat?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:15 WIB

Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya

Netflix Umumkan Tanggal Tayang Blue Eye Samurai Season 2, Simak Sinopsisnya

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:15 WIB

Mengenal Lassana Doucoure, Striker Keturunan Mali Kelahiran Jakarta yang Tembus Liga Norwegia

Mengenal Lassana Doucoure, Striker Keturunan Mali Kelahiran Jakarta yang Tembus Liga Norwegia

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 18:12 WIB

MagangHub Batch 3 Dibuka 511 November, Simak Jadwal Rekrutmen dan Pengusulannya

MagangHub Batch 3 Dibuka 511 November, Simak Jadwal Rekrutmen dan Pengusulannya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:10 WIB

Bersama Shopee, Anteraja Berangkatkan 31 Kurir Terbaik ke Tanah Suci

Bersama Shopee, Anteraja Berangkatkan 31 Kurir Terbaik ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:09 WIB

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY, Media Sosial Riuh Isu Pemakzulan Wapres Pekan Depan

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:07 WIB

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Persib Bandung Lolos 16 besar ACL Two, Bobotoh: Juara Deui, Kudu Asia!

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

Peringatan Keras Pramono Anung ke Ribuan ASN Baru Jakarta: Jangan Seenaknya Main Medsos!

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:05 WIB

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:01 WIB

×