CEO Watchdoc Kritik Kelas Menengah Boikot Perusahaan karena Urusan Capres

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 15 Februari 2019 | 20:48 WIB
CEO Watchdoc Kritik Kelas Menengah Boikot Perusahaan karena Urusan Capres
CEO WatchdoC Documentary Maker, Dandhy Dwi Laksono (dokumen WatchdoC)

Suara.com - Dandhy Laksono, CEO Watchdoc—rumah produksi audio visual—menyindir kaum kelas menengah di Indonesia, yang seenaknya dalam memboikot sebuah perusahaan.

Bahkan, alasan boikot itu sangatlah sederhana, hanya persoalan berbeda pilihan capres dan cawapres.

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya @dandhy_laksono, Dandhy menyoroti masalah boikot yang menimpa BukaLapak, lantaran bosnya—Achmad Zaky—menyebut ’presiden baru’.

“Kelas menengah NKRI memboikot Sari Roti, Traveloka, atau BukaLapak karena urusan copras-capres. Top!” kata Dandhy melalui akun Instagram miliknya saat dikutip Suara.com, Jumat (15/2/2019).

Dalam unggahannya, Dandhy juga membandingkan perilaku kaum menengah Indonesia dengan kaum menengah di negara lain.

Bila di negara lain, biasanya alasan kaum menengah melakukan boikot suatu produk atau perusahaan didasarkan atas masalah yang memiliki tingkat urgensi tersendiri.

“Kelas menengah negara lain memboikot sebuah produk/perusahaan karena: 1. Merusak lingkungan; 2. Melanggar HAM; 3. Eksploitasi buruh; 4. Unfair trade; 5. Isu animal welfare,” ungkap Dandhy.

Unggahan Dandhy ini mengundang banyak respons dari warganet. Sedikitnya ada 690 orang yang menyukai dan beberapa orang juga turut memberikan komentar.

“Kelas menengah emang ngehek om hahaha,” kata warganet @zamzami.airlinus.

“Wkwkwk orang-orang negara lain sudah mikir gimana caranya salat di bulan atau mars, di sini masih mikir gimana caranya salat di kubu netral,” ujar warganet @andhaniawan.

“Begitulah Indonesia Raya ini, Ferguso…” ungkap warganet @helgainnekeworotitjan.

Untuk diketahui, Rabu (13/2/2019), CEO BukaLapak Achmad Zaky menulis soal anggaran riset dan pengembangan (litbang) di Twitter. Ia membandingkan anggaran litbang Indonesia yang kalah jauh dari negara lain seperti Malaysia, Singapura Amerika Serikat, Cina, dan Jepang

"Mudah2an presiden baru bisa naikin (anggaran litbang)," Achmad menutup cuitannya itu.

Belakangan cuitan kontroversial itu dihapus oleh Achmad. Meski demikian, tweet itu sudah difoto dan disebar di media-media sosial. Bahkan, pada Kamis malam, tagar #uninstallbukalapak ramai diserukan di Twitter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jubir Prabowo Kritik Pendukung Jokowi yang Bikin Tagar #UninstallBukaLapak

Jubir Prabowo Kritik Pendukung Jokowi yang Bikin Tagar #UninstallBukaLapak

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 20:14 WIB

Istana: Jokowi Tak Permasalahkan Cuitan Bos BukaLapak soal Presiden Baru

Istana: Jokowi Tak Permasalahkan Cuitan Bos BukaLapak soal Presiden Baru

Tekno | Jum'at, 15 Februari 2019 | 19:52 WIB

TKN Jokowi Minta Pendukung Tak Lagi Persoalkan Cuitan Bos BukaLapak

TKN Jokowi Minta Pendukung Tak Lagi Persoalkan Cuitan Bos BukaLapak

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 15:19 WIB

Bos Bukalapak Minta Maaf Sampai Dua Kali

Bos Bukalapak Minta Maaf Sampai Dua Kali

Tekno | Jum'at, 15 Februari 2019 | 13:29 WIB

Terungkap! Penyebab #UninstallBukalapak Jadi Trending Topic

Terungkap! Penyebab #UninstallBukalapak Jadi Trending Topic

Tekno | Jum'at, 15 Februari 2019 | 10:55 WIB

Terkini

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

Prabowo Sempat Berbincang dengan Dasco Sebelum Pergi Menemui Kaisar dan PM Jepang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:50 WIB

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

BPBD Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta Hingga Awal April

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

Pertama Dalam Sejarah Zionis Larang Pemimpin Gereja Ibadah di Makam Kudus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:38 WIB

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

Update SNBP 2026: Cek Hasil Seleksi Jalur Prestasi Resmi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:20 WIB

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

Soroti Kasus Amsal Sitepu, Praktisi Hukum Desak Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Kreatif

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:35 WIB

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

Belanja Pegawai Mau Dibatasi 30 Persen APBD, Pemprov DKI Pastikan PPPK Jakarta Tak Dikorbankan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:14 WIB

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

Earth Hour 2026: Pertamina Hemat 9 MW Energi dan Tekan 2 Ton Emisi CO2

News | Senin, 30 Maret 2026 | 07:11 WIB