Buntut Unicorn, Tim Jokowi Curiga Prabowo Tak Paham Ekonomi Digital

Pebriansyah Ariefana

Senin, 18 Februari 2019 | 13:24 WIB
Buntut Unicorn, Tim Jokowi Curiga Prabowo Tak Paham Ekonomi Digital
Tanggapan Prabowo usai debat capres kedua (Suara.com/ Muhammad Yasir)

Suara.com - Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional atau TKN Jokowi - Maruf Amin, Ipang Wahid menilai pemahaman Prabowo Subianto terhadap ekonomi digital patut dipertanyakan.

Pada debat capres kedua, Prabowo dinilai tidak memahami istilah unicorn yang digunakan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS.

"Ketidakpahaman Pak Prabowo terhadap 'unicorn' membuat saya khawatir, jangan-jangan beliau tidak paham perkembangan ekonomi digital. Ini fatal," kata Ipang dalam siaran persnya, Senin (18/2/2019).

Ipang menilai jawaban Prabowo soal unicorn di luar kontek persoalan. Dia menekankan munculnya startup unicorn tidak ada kaitannya dengan mempercepat uang lari dari dalam negeri ke luar negeri.

"Justru startup unicorn ini menarik investasi dari 'venture capital' di luar negeri untuk masuk ke Indonesia. Pak Prabowo sepertinya tidak tahu apa itu unicorn," ujarnya.

Padahal, kata Ipang, dari tujuh unicorn dari Asia Tenggara, empat di antaranya dari Indonesia, yakni, GO-JEK, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Tiga lainnya yaitu SEA, Grab, dan Revolution Precrafted dinilai tak mungkin jadi unicorn kalau tidak karena Indonesia. Ipang yang juga ketua kelompok kerja industri kreatif di Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) menyayangkan Prabowo tidak bisa memahami unicorn. Sebab, bisnis startup yang banyak digawangi anak-anak milenial kini justru berlomba-lomba untuk menjadi unicorn.

"Mereka bermimpi menciptakan bisnis rintisan yang memiliki nilai valuasi besar," ujarnya. Apalagi, kata Ipang, menyambut revolusi industri 4.0 dan bonus demografi yang segera datang, industri kreatif bakal jadi tumpuan ekonomi nasional.

Sejak beberapa tahun terakhir, peta jalan sudah dibuat. Sejumlah kementerian bahkan sudah melakukan langkah-langkah konkret dalam rangka penyiapan infrastruktur dan SDM menghadapi perkembangan tersebut.

Dia menekankan untuk memimpin negara sebesar Indonesia, pemahaman terhadap industri baru seperti ekonomi kreatif dan revolusi industri 4.0 sangat penting karena ini terkait ekonomi nasional sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fadli Zon Yakin Jokowi Niat Serang Pribadi Prabowo di Debat Pilpres

Fadli Zon Yakin Jokowi Niat Serang Pribadi Prabowo di Debat Pilpres

News | Senin, 18 Februari 2019 | 13:12 WIB

Prabowo Ingin Lepas KLH ke Kemenhut, JK Cerita Alasan 2 Kementerian Bersatu

Prabowo Ingin Lepas KLH ke Kemenhut, JK Cerita Alasan 2 Kementerian Bersatu

News | Senin, 18 Februari 2019 | 12:46 WIB

Prabowo Pastikan Arti Unicorn, Warganet Jawab Kocak

Prabowo Pastikan Arti Unicorn, Warganet Jawab Kocak

Tekno | Senin, 18 Februari 2019 | 06:31 WIB

Usai Debat dengan Jokowi, Prabowo Lapar Ingin Makan Bakmi Rebus dan Pangsit

Usai Debat dengan Jokowi, Prabowo Lapar Ingin Makan Bakmi Rebus dan Pangsit

News | Senin, 18 Februari 2019 | 00:48 WIB

Prabowo Tak Masalah Diserang Jokowi Punya Lahan Luas Saat Debat

Prabowo Tak Masalah Diserang Jokowi Punya Lahan Luas Saat Debat

News | Senin, 18 Februari 2019 | 02:35 WIB

Terkini

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB