Kepala BNPB Sebut Jawa Barat Supermarket Bencana

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 22 Februari 2019 | 15:45 WIB
Kepala BNPB Sebut Jawa Barat Supermarket Bencana
Petugas SAR gabungan bergotong royong memindahkan puing-puing rumah yang terkena longsor di Kampung Garehong, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (5/1). ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNPB) Letjen Doni Monardo menganggap wilayah Jawa Barat sebagai supermarket bencana, karena segala macam bencana alam bisa terjadi. Sejauh ini, Jawa Barat menjadi daerah dengan potensi bencana alam tertinggi di tanah air.

Doni menerangkan, dari mulai bencana banjir, puting beliung, gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, hingga bencana tsunami bisa terjadi di provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia itu.

"Jabar ini provinsi paling lengkap, bisa jadi supermarket dari semua bencana baik dari hidrometeorologi, gempa bumi, dan juga potensi tsunaminya ada," kata Doni saat menjadi keynote speaker di acara seminar nasional bertema 'Model Sinergitas Pentahelix, Merawat Alam dan Mitigasi Bencana' di hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya, bencana alam yang diakibatkan letusan gunung api potensinya sangat besar terjadi di Jawa Barat. Pasalnya, kata dia, Jawa Barat memiliki banyak gunung berapi.

Ada belasan gunung berapi yang sewaktu-waktu bisa saja meletus di daerah Jawa Barat.

"Gunung api juga jumlahnya cukup banyak di Jabar," kata dia.

Berdasarkan data BNPB, Doni menyebut pada 2018 lalu, korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di Jawa barat mencapai 49 orang. Peristiwa bencana alam yang paling banyak memakan korban yakni bencana tanah longsor di Cisolok, Sukabumi, yang terjadi pada akhir 2018 lalu.

"Ini yang terbanyak di Cisolok pada akhir tahun kemarin. Kemiringan 60 derajat ditanami dengan padi, sehingga longsor terjadi dan masyarakat tertimpa longsor," jelasnya.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku masih menggodok dokumen 'West Java Resilience Culture Blue Print'. Dokumen itu menjadi semacam cetak biru agar masayarat Jawa barat bisa lebih siap saat menghadapi bencana alam.

baca juga

Dalam dokumen itu akan membahas berbagai masalah mengenai bencana. Mulai dari edukasi, anggaran, hingga urusan teknis penanggulangan bencana.

"Targetnya Agustus (2019) selesai, di dalamnya memuat apa yang harus kami lakukan di level sekolah, masyarakat, anggaran, teknis juga di level organisasi. Selama ini kita tidak sekomprehensif itu kita ingin belajar ke bangsa Jepang minimal bisa sekomprehensif itu dalam menyesuaikan terhadap takdir alam," tuturnya.

Kontributor : Aminuddin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Longsor di Bogor, Empat Orang Tewas

Longsor di Bogor, Empat Orang Tewas

News | Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:15 WIB

Seorang Warga Hilang Terseret Banjir di Kota Bandung

Seorang Warga Hilang Terseret Banjir di Kota Bandung

News | Minggu, 10 Februari 2019 | 10:23 WIB

Terkini

Krinologis Pilot WNI Ditolak Masuk Israel, Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Putar Balik

Krinologis Pilot WNI Ditolak Masuk Israel, Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Putar Balik

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Cara Berhenti di Lampu Merah Mobil CVT vs AT: Masuk N atau Tahan di D?

Cara Berhenti di Lampu Merah Mobil CVT vs AT: Masuk N atau Tahan di D?

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:41 WIB

4 Serum Sachet Murah di Indomaret dan Alfamart, Ukuran Mini Bisa Dibawa ke Mana Saja

4 Serum Sachet Murah di Indomaret dan Alfamart, Ukuran Mini Bisa Dibawa ke Mana Saja

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:41 WIB

Meski Susut, Waskita Karya Tetap Merugi Rp2,87 T di Kuartal III/2026

Meski Susut, Waskita Karya Tetap Merugi Rp2,87 T di Kuartal III/2026

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:37 WIB

Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba

Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba

Riau | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Beda Kekayaan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Pasangan Tajir Melintir

Beda Kekayaan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Pasangan Tajir Melintir

Entertainment | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi Sembunyi di Bunker Usai Serangan Houthi Melumpuhkan Bandara Riyadh

Putra Mahkota Arab Saudi Sembunyi di Bunker Usai Serangan Houthi Melumpuhkan Bandara Riyadh

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Sudah Tiga Kali Mutasi dalam 13 Hari, Giliran Dirtipideksus Kena Rombakan Kapolri Suyudi

Sudah Tiga Kali Mutasi dalam 13 Hari, Giliran Dirtipideksus Kena Rombakan Kapolri Suyudi

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Prestasi dan Tuntutan Sosial: Ketika Kemenangan Berujung Tagihan Traktiran

Prestasi dan Tuntutan Sosial: Ketika Kemenangan Berujung Tagihan Traktiran

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kenapa Pintu Kayu Bisa Longgar dan Menyusut Sendiri? Ini 7 Penyebab Lengkap Tipsnya

Kenapa Pintu Kayu Bisa Longgar dan Menyusut Sendiri? Ini 7 Penyebab Lengkap Tipsnya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:27 WIB

×