Cerita Pilu Anak-anak di Suriah Korban Kekejaman ISIS

Bangun Santoso

Senin, 04 Maret 2019 | 08:03 WIB
Cerita Pilu Anak-anak di Suriah Korban Kekejaman ISIS
Sejumlah anak di Suriah tampak berlarian dan menangis setelah sekolah mereka terhantam roket di kota Aleppo, (20/11) [AFP/George Ourfalian]

Suara.com - Hareth Najem meninggalkan kantung terakhir ISIS (Daesh) di bagian timur Suriah dalam keadaan cedera dan sendirian. Keluarga anak yatim Irak itu telah meninggal dua tahun sebelumnya dalam serangan-serangan udara melintasi perbatasan di kawasan al-Qaim.

"Saya punya dua saudara lelaki dan seorang saudara perempuan. Semua meninggal, dan tinggal saya sendirian," kata Hareth yang berlinang air mata, seperti dilansir Reuters.

"Adik saya yang perempuan, saya menyayanginya sekali. Saya biasa membawa dia ke pasar," katanya.

Terbaring di kendaraan pengangkut ternak di samping anak lelaki lain yang luka-luka di titik persinggahan gurun pasir bagi pasukan dukungan Amerika Serikat, ia meringkuk di bawah selimut. Wajahnya tertutup kotoran dan bagian lain dari kepalanya ditutup perban untuk menutupi luka-luka yang dialami beberapa hari sebelumnya.

Hareth berusia 11 tahun ketika ISIS membentuk kekhalifahan di Irak dan Suriah, membunuh ribuan warga sipil dan menarik serangkaian musuh yang bertempur melalui udara dan darat untuk menaklukkan para petempur.

Usianya sekarang 16 tahun. Ia termasuk anak-anak yang dievakuasi dari Baghouz, kantung terakhir yang dikuasai IS dan kini di ujung kekalahan setelah mendapat gempuran dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan Amerika Serikat.

Sebagian anak-anak adalah orang asing yang oleh orangtuanya dibawa untuk dibesarkan di bawah kekuasaan ISIS, atau para petempur anak-anak yang direkrut ikut ke kelompok yang disebut sebagai "putera kekhalifahan". Yang lainnya, termasuk para anggota minoritas Yazidi, yang dijadikan budak oleh para anggota ISIS.

Banyak di antara mereka telah melihat para orangtua mereka meninggal dalam pertempuran atau ditahan oleh pasukan dari kelompok lain. Sementara ISIS menghadapi kekalahan teritorial, nasib mereka masih belum menentu, SDF menyelidiki semua pria dan remaja laki-laki yang tiba dari Baghouz untuk menentukan apakah mereka terkait dengan ISIS atau tidak.

Sekitar 20 anak melintasi garis depan pada pekan ini, termasuk dari Irak, Suriah, Turki dan Indonesia, kata komandan SDF Adnan Afrin. Para ayah dari sebagian di antara mereka adalah petempur ISIS dan ditangkap segera.

baca juga

"Anak-anak ini tak punya siapa-siapa. Mereka memerlukan seseorang untuk merawat mereka, untuk memberikan dukungan kesehatan mental," kata Afrin, dengan menambahkan sebagian di antara anak-anak tersebut kelaparan untuk waktu yang lama. SFP berencana menyerahkan anak-anak itu ke kelompok-kelompok bantuan, katanya.

Hareth mengatakan keluarganya memiliki kedai di pasar ketika IS menguasai kota dan mereka tak mempunyai kaitan dengan kelompok itu. Setelah keluarganya terbunuh akibat serangan udara, ia melintas ke Suriah bersama dengan orang-orang lainnya yang takut para milisi Muslim Syiah yang melawan IS akan melakukan balas dendam pada orang-orang Muslim Sunni.

Alasan ketakutan itu juga dirasakan oleh orang-orang Irak lain sehingga mereka memasuki Suriah yang dikuasai IS.

Hareth mengatakan ia berusaha menghindari para petempur IS dan menolak mengikuti sekolah atau latihan militer kelompok itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuburan Massal Berisi Jasad Perempuan Ditemukan di Benteng Terakhir ISIS

Kuburan Massal Berisi Jasad Perempuan Ditemukan di Benteng Terakhir ISIS

News | Jum'at, 01 Maret 2019 | 08:14 WIB

Amerika Serikat Disebut Jalin Kerjasama Emas dengan Jaringan ISIS

Amerika Serikat Disebut Jalin Kerjasama Emas dengan Jaringan ISIS

News | Rabu, 27 Februari 2019 | 11:53 WIB

Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Tentara

Tarik Pasukan dari Suriah, AS Sisakan 200 Tentara

News | Jum'at, 22 Februari 2019 | 13:42 WIB

Bocah 10 Tahun Tewas Bersama 5 Orang Akibat Bom Mobil di Suriah

Bocah 10 Tahun Tewas Bersama 5 Orang Akibat Bom Mobil di Suriah

News | Jum'at, 22 Februari 2019 | 10:38 WIB

Liburan ke Turki, Satu Keluarga Dijebak Ikut ISIS

Liburan ke Turki, Satu Keluarga Dijebak Ikut ISIS

Lifestyle | Selasa, 19 Februari 2019 | 20:35 WIB

Terkini

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:06 WIB

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:05 WIB

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:58 WIB

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:56 WIB

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:51 WIB