Bocah 10 Tahun Tewas Bersama 5 Orang Akibat Bom Mobil di Suriah

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 22 Februari 2019 | 10:38 WIB
Bocah 10 Tahun Tewas Bersama 5 Orang Akibat Bom Mobil di Suriah
Ilustrasi insiden bom mobil di jantung ibu kota Kabul, Afghanistan. [AFP/Shah Marai]

Suara.com - Dua bom mobil meledak di daerah berbeda di barat laut Suriah hingga menewaskan sedikitnya enam orang pada Kamis (21/2/2019) waktu setempat. Insiden tersebut merupakan serangan terbaru di sejumlah kota yang dikuasai oleh kelompok pemberontak dukungan Turki.

Di Kota Afrin, seorang bocah perempuan berusia 10 tahun dan seorang pria tewas dan sedikitnya 20 orang mengalami cedera saat bom mobil yang dikendalikan dari jarak jauh meledak di jalan utama. Ledakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah parade kadet polisi keamanan dukungan Turki, menurut informasi saksi.

Sejak kelompok teror YPG yang didukung Washington diusir dari Afrin oleh pemberontak Arab dukungan Turki tahun lalu, wilayah tersebut kerap dihantam pengeboman yang menurut pemberontak akibat ulah milisi Kurdi.

Kelompok YPG berjanji tidak akan membiarkan pemberontak Arab memperkuat kendali mereka atas kota utama Kurdi.

Pemberontak Arab yang didukung Turki mengatakan tujuan mereka adalah mengizinkan puluhan ribu kerabat mereka yang ditelantarkan oleh pasukan pimpinan Kurdi yang didukung Washington kembali ke kota dan desa mereka.

Ankara menganggap kelompok YPG adalah cabang dari kelompok PKK, yang melancarkan pemberontakan di tanah Turki sejak 1984.

Selanjutnya di bagian timur, dekat kota Jarablus, di sepanjang perbatasan yang sama dengan Turki, sedikitnya empat anggota pemberontak Arab dukungan Turki tewas saat berusaha membongkar bom mobil di desa Ghandura, menurut dua sumber dari wilayah tersebut.

Secara terpisah, paling tidak 10 orang juga tewas dan beberapa orang mengalami cedera pada Kamis, ketika ledakan bom mengguncang bus kecil yang ditumpangi para pekerja instalasi minyak di Suriah timur, yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS, yang dipimpin YPG, seperti yang dilaporkan penduduk setempat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan ke Turki, Satu Keluarga Dijebak Ikut ISIS

Liburan ke Turki, Satu Keluarga Dijebak Ikut ISIS

Lifestyle | Selasa, 19 Februari 2019 | 20:35 WIB

Pertempuan Berdarah 2 Hari, Legiun Asing ISIS Coba Kudeta Al Baghdadi

Pertempuan Berdarah 2 Hari, Legiun Asing ISIS Coba Kudeta Al Baghdadi

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 13:41 WIB

Eks Napi Terorisme Harry Kuncoro Ditangkap Saat Hendak ke Suriah

Eks Napi Terorisme Harry Kuncoro Ditangkap Saat Hendak ke Suriah

News | Senin, 11 Februari 2019 | 15:49 WIB

Senat Amerika Serikat Loloskan RUU Pro Israel

Senat Amerika Serikat Loloskan RUU Pro Israel

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 11:08 WIB

Puluhan Anak-anak Tewas di Kamp Suriah Akibat Cuaca Ekstrem

Puluhan Anak-anak Tewas di Kamp Suriah Akibat Cuaca Ekstrem

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 09:22 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:26 WIB

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB