Polisi Sebut Kelompok Ali Kalora yang Tewas Mahir Gunakan Senjata Api M16

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 04 Maret 2019 | 13:54 WIB
Polisi Sebut Kelompok Ali Kalora yang Tewas Mahir Gunakan Senjata Api M16
Satgas Operasi Tinombala menembak 1 dari lima orang anggota kelompok radikal Poso pimpinan Ali Kalora saat terjadi kontak tembak pada Minggu (3/3/2019) di Desa Padopi, Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Basyir alias Romzi, anggota kelompok Ali Kalora yang tewas ditembak pihak kepolisian mahir dalam menggunakan senjata api laras panjang jenis M16. Basyir tewas saat baku tembak dengan Satgas Tinombala di Desa Padopi, Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (3/3/2019) kemarin.

"Untuk leadernya memang Ali Kalora, tapi Basyir ini salah satu dari kelompok Ali Kalora yang memegang senjata dan peran dia cukup vital di dalam kelompok ini," ujar Dedi di Mabes Polri, Senin (4/3/2019).

Dedi menyebut Basyir sudah beberapa kali terlibat baku tembak dengan Satgas Tinombala. Basyir juga yang berperan dalam pembunuhan terhadap soerang warga dengan cara di mutalasi pada akhir tahun kemarin.

"Karena dalam kontak tembak beberapa kali aksi penembakan oleh kelompok ini salah satu pelakunya adalah Basyir," kata dia.

Basyir, kata Dedi, merupakan salah satu dari dua anggota kompok Ali Kalora yang paling ditakuti lantaran keahliannya dalam menggunakan senjata api.

"Memang di kelompok ini ada dua yang paling ditakuti tapi memang kemampuan dia memegang senjata boleh dikatakan cukup mahir, kalau ini Basyir," katanya.

"Selain Basyir juga ini satu kelompok, kelompok NTB latihan di NTB atas nama K alias A itu yang diidentifikasi satgas memegang M16," tuturnya. Kemampuannya juga hampir sama dengan Basyir, cukup mahir dalam menggunakan senjata M16," Dedi menambahkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok Ali Kalora hanya menyisakan dua senjata laras panjang M16 dan dua senjata jenis revolver. Untuk satu pucuk M16 yang digunakan Basyir sudah diamankan sebagai barang bukti.

"Saat ini Satgas masih terus penegakan hukum melakukan pengejaran. Satgas juga sedang mengevakuasi tersangka ini ke Mouteng untuk dilakukan proses identifikasi," ucap Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelompok Ali Kalora Disebut Hanya Miliki 2 Pucuk M16 dan Revolver

Kelompok Ali Kalora Disebut Hanya Miliki 2 Pucuk M16 dan Revolver

News | Senin, 04 Maret 2019 | 12:36 WIB

Buru Kelompok Ali Kalora, Polisi Siapkan Strategi Perang Hutan

Buru Kelompok Ali Kalora, Polisi Siapkan Strategi Perang Hutan

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 12:33 WIB

Ada Bom Lontong dan Amunisi di Lokasi Penembakan Kelompok Ali Kalora

Ada Bom Lontong dan Amunisi di Lokasi Penembakan Kelompok Ali Kalora

News | Selasa, 01 Januari 2019 | 12:11 WIB

Sebelum Ditembak Mati, Subaidi Perang Komentar di Facebook

Sebelum Ditembak Mati, Subaidi Perang Komentar di Facebook

News | Jum'at, 23 November 2018 | 06:30 WIB

Terkini

Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500

Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:12 WIB

Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:06 WIB

Singapura Beri Jalan, KPK Targetkan Ekstradisi Paulus Tannos Rampung Cepat

Singapura Beri Jalan, KPK Targetkan Ekstradisi Paulus Tannos Rampung Cepat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:57 WIB

Bantah Sembunyi, Silmy Karim Ngaku Cuma Jalani Agenda Biasa Saat Jadi Buruan KPK

Bantah Sembunyi, Silmy Karim Ngaku Cuma Jalani Agenda Biasa Saat Jadi Buruan KPK

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:51 WIB

Harga MinyaKita Bakal Naik, DPR Warning Pemerintah: Jangan Biarkan Penimbun Ambil Untung

Harga MinyaKita Bakal Naik, DPR Warning Pemerintah: Jangan Biarkan Penimbun Ambil Untung

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu

Bakal Jadi Presiden Rusia Sampai 2036, Vladimir Putin: Hanya Tuhan yang Tahu

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:41 WIB

Saling Sikut DPR vs Pemerintah Soal Komposisi Anggota Kompolnas di Draf RUU Polri

Saling Sikut DPR vs Pemerintah Soal Komposisi Anggota Kompolnas di Draf RUU Polri

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:36 WIB

Polisi Masuk ke Sektor Gizi Nasional? Simak Poin-Poin Usulan Pemerintah dalam Revisi UU Polri

Polisi Masuk ke Sektor Gizi Nasional? Simak Poin-Poin Usulan Pemerintah dalam Revisi UU Polri

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:31 WIB

Open House Sekolah Rakyat Jambi, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data yang Akurat dan Sasaran Tepat

Open House Sekolah Rakyat Jambi, Gus Ipul Tegaskan Pentingnya Data yang Akurat dan Sasaran Tepat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:28 WIB

Bukan Tanpa Alasan! KPK Jelaskan Kehadiran Brimob Bersenjata saat Geledah Rumah Silmy Karim

Bukan Tanpa Alasan! KPK Jelaskan Kehadiran Brimob Bersenjata saat Geledah Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:25 WIB