Rumah Pencetak Uang Sumatera Yang Terlupakan

Chandra Iswinarno

Rabu, 06 Maret 2019 | 16:19 WIB
Rumah Pencetak Uang Sumatera Yang Terlupakan
Rumah tempat pencetakan uang di Kabupaten Bungo tidak terawat. [Metrojambi.com]

Suara.com - Bangunan kusam bercat putih itu masih berdiri tegak, meski zaman terus berganti. Bangunan yang tidak terlalu besar di Dusun Rantau Ikil Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Jambi, sepintas seperti bangunan kebanyakan.

Namun, siapa sangka bangunan tersebut menyimpan sisa sejarah yang jarang diketahui masyarakat kebanyakan. Dari rumah itulah, mesin cetak Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatra (ORIPS) dari masa revolusi tersimpan.

ORIPS sendiri menjadi salah satu mata uang resmi yang beredar di Pulau Sumatera. Kemunculan ORIPS sendiri dipicu karena keterbatasan peredaran Oeang Republik Indonesia (ORI). Kehadiran ORIPS diinisiasi Gubernur Sumatera Mr Teuku Muhammad Hasan pada 8 April 1947 melalui Maklumat Nomor 92/KO.

Bagi masyarakat Rantau Ikil, keberadaan bangunan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dinilai ikut andil dalam sejarah Indonesia. Menurut penuturan Rio Dusun Rantau Ikil, Alkafi di dalam bangunan tersebut, terdapat mesin cetak ORIPS yang saat ini telah dipindahkan ke Museum Siginjai.

Mesin pencetak ORIPS tersebut kali pertama dirakit pada Januari 1949. Bentuk fisik mesinnya cukup menarik, meski beberapa komponen mesinnya tak lengkap lagi. Pada sisi mesin terdapat nomor registrasi Machonery 28 Coehraus Street Hongkong dan serangkaian abjad Cina.

Berdasarkan instruksi Menteri Keuangan PDRI Nomor 273/PDRI, ORIPS mulai difungsikan. Saat itu hanya mencetak uang Rp 10, Rp 25, Rp 50 dan Rp 100. Mesin ini telah mencetak uang sebesar Rp 42.750.000. Mesin ini ditemukan ditempat penyimpanan terakhir di Rantau Ikil.

Meski mesin pencetak uang sudah dipindahkan, namun rumah di Jujuhan tetap berusaha dijaga warga, walau sebenarnya membutuhkan renovasi. Pemerintah Dusun Rantau Ikil sendiri belum berani memugar bangunan, namun warga tetap merawatnya.

"PKK Dusun melakukan perawatan dengan menanam bunga di sekeliling bangunan dan tempat untuk duduk anak-anak. Hanya itu yang bisa kami lakukan," ujar Alkafi.

Namun begitu, Alkafi berharap pemerintah bisa menggelontorkan dana untuk melestarikan dan renovasi bangunan.

baca juga

"Kita berharap bantuan dari pemerintah baik itu kabupaten, maupun provinsi untuk bisa menganggarkan dana untuk rehab berat bangunan tempat percetakan uang ORIPS. Kalau bisa dibangun monumen di sebagai bukti sejarah jujuran pernah cetak uang," ujar Alkafi.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulah 2 Kades Mesum di Jambi Berbuah Denda Puluhan Juta

Ulah 2 Kades Mesum di Jambi Berbuah Denda Puluhan Juta

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 06:56 WIB

2 Kades di Jambi Dituntut Warga Karena Peluk Istri Orang dan Hamili Janda

2 Kades di Jambi Dituntut Warga Karena Peluk Istri Orang dan Hamili Janda

News | Sabtu, 02 Februari 2019 | 11:25 WIB

Istri Bunuh Suami karena Sering Dimarahi

Istri Bunuh Suami karena Sering Dimarahi

News | Selasa, 21 Agustus 2018 | 14:17 WIB

5 Orang Rimba Jambi Diduga Tertembak Aparat Polisi

5 Orang Rimba Jambi Diduga Tertembak Aparat Polisi

News | Rabu, 20 Juni 2018 | 11:45 WIB

Menolak Rujuk, Evy Dibunuh Mantan Suami dan Anak Kandungnya

Menolak Rujuk, Evy Dibunuh Mantan Suami dan Anak Kandungnya

News | Jum'at, 27 April 2018 | 07:30 WIB

Terkini

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×