Banjir di Ponorogo, Paksa Ratusan Warga Mengungsi

Chandra Iswinarno
Banjir di Ponorogo, Paksa Ratusan Warga Mengungsi
Petugas BPBD Ponorogo siapkan perahu karet untuk evakuasi warga di Jenes, Ponorogo. [TIMES Indonesia]

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, setidaknya 10 kecamatan terdampak banjir.

Suara.com - Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menyebabkan jalan utama di kota tersebut ditutup.

Bahkan, banjir akibat luapan air Sungai Paju yang masih merendam sejumlah kawasan permukiman, memaksa warga mengungsi ke tempat yang aman.

Proses evakuasi terhadap warga terdampak banjir, dilakukan gabungan petugas dan relawan dari BPBD, Banser NU dan Pemuda Muhammadiyah menggunakan perahu karet.

Petugas gabungan tersebut menyisir rumah-rumah yang tergenang guna menjemput warga untuk diajak mengungsi.

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, setidaknya 10 kecamatan terdampak banjir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Imam Basori mengatakan ada dua lokasi pengungsian yang disediakan BPBD Ponorogo, yakni Masjid Agung Ponorogo dan Pendapa Kabupaten Ponorogo.

Lebih lanjut, Imam mengemukakan dari data sementara, jumlah pengungsi di Masjid Agung ada 429 orang. Dengan rincian 105 laki-laki dan 324 perempuan. Di antaranya terdapat 35 balita dan 14 lansia.

Sementara itu, pengungsi yang berada di Pendapa Kabupaten Ponorogo sebanyak 20 orang, dengan rincian 12 perempuan dan 8 laki-laki, 2 di antaranya balita.

"Itu masih data jam 06.00 WIB. Dan ini masih berpotensi bertambah. Kami masih menyisir," kata Imam, Kamis (7/3/2019).

Banjir di Ponorogo diakibatkan tingginya curah hujan yang mengguyur sejak Rabu (6/3/2019) malam hingga dini hari. Air mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB dan ketinggian air mencapai satu meter di lokasi yang terdampak paling parah.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS