Kawasan Jabodetabekpunjur Terbesar Kedua di Dunia Setelah Tokyo

Adhitya Himawan, Lili Handayani

Selasa, 17 April 2018 | 09:13 WIB
Kawasan Jabodetabekpunjur Terbesar Kedua di Dunia Setelah Tokyo
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. [Dok Kemenko Perekonomian]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penataan ruang kawasan Jabodetabekpunjur memiliki alasan yang sangat kuat setelah sekian tahun. Sebetulnya, dalam lima tahun pun sudah boleh dilakukan perubahan dari tata ruang suatu wilayah. Apalagi Jakarta dan sekitarnyamenjasi pusat kegiatan ekonomi, politik budaya di Indonesia.

Sejak lama pemerintah memberi perhatian sangat khusus pada kawasan Jabodetabekpunjur atau kawasan metropolitan Jakarta ini dengan diterbitkannya perpres 54/2008. Tujuannya mengatasi penataan ruang dari hulu, tengah, Cianjur, Puncak, Bogor, Depok sampai Bekasi, Tangerang, Jakarta yang seusai daya dukung dan daya tampung.

“Jabodetabekpunjur memiliki peran sangat penting di Indonesia. Dibidang ekonomi saja, kawasan ini menyumbang 19,9 persen dari total Produk Regional Domestik Bruto (PRDB) Nasional. Ini memberi implikasi pada tingginya aglomerasi penduduk di kawasan ini, sehingga Jabodetabekpunjur menjadi kawasan metropolitan terbesar di Indonesia dan kedua di dunia setelah metropolitan Tokyo,” ujar Darmin dalam Konsultasi Publik Rencana Tata Ruang (RTR), di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Ia mengatakan sebagai pusat kegiatan ekonomi, Jabodebekpunjur memiliki daya tarik  bagi penduduk untuk bermigrasi ke wilayah tersebut. Ini membuat laju pertumbuhan jumlah penduduk Jabodetabekpunjur sangat tinggi. Jumlah penduduk di kawasan ini 22 juta jiwa pada 2012 dan sekarang 32 juta jiwa. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan ruang atau tempat tinggal, tempat usaha dan infrastruktur.

Tentu saja, lanjut dia, baik jalan, terminal, bandara, pelabuhan, jaringan air bersih, air limbah, pembangkit listrik dan sebagian. sementara daya dukung lahan terbatas sehingga timbul berbagai permasalahan. Misal secara umum konversi lahan tidak terbangun menjadi terbangun antara 2012-2015 sebesar 48 persen dan untuk konversi lahan pertanian jadi lahan terbangun 24,3 persen.

“Kita yang sudah lama tinggal di Jakarta akan ingat waktu jalan tol Cikampek atau tol yg ke daerah barat tadinya sawah semua kalaupun tidak sawah ada pembuatan batu bata. begitu dibangun jalan tolnya itu urutannya gini matikan airnya, setelah beberapa thn airnya dimatikan mulai bisa diminta untuk konversi jadi yg lain itu rumusan berlaku sampai hari ini sehingga hampir 1/4 sawah berubah jadi pemukiman, industri, Infrastruktur dan sebagainya,”katanya.

Darmin menegaskan banjir dalam skala besar sudah lama terjadi, tapi dahulu tidak setiap tahun atau beberapa tahun. Dalam catatan yang ada pernah terjadi pada tahun 1699 ketika VOC baru berdiri. Kemudian banjir terjadi lagi pada tahun 1714. Selanjutnya, banjir kembali terjadi pada tahun 1854, 1918, 1996.

Frekuensi banjir di Jakarta akhirnya makin sering terjadi. Mulai tahun 2002 2007, 2008, dan 2013. Banjir terjadi karena peningkatan debit sungai yang disebabkan perubahan kondisi hulu dan sedimentasi yang mengurangi kapasitas penampungan aliran sungai. Timbulnya slum area mencapai 891.963 RT pada 2013.

“Data metropolitan priority area, Jabodetabek rasio cakupan pelayanan pembuangan limbah di Jakarta pada 2010 hanya 2 persen. sebagian besar air limbah tidak diolah. Citarum bagian dari persoalan besarnya. Seiring jalannya waktu, dibarengi pertumbuhan penduduk kontaminasi air pada sungai dapat memburuk kalau tidak diimbangi tindakan yang tepat,”jelasnya.

Pada 1990 hanya 12 persen atau 1600 ha lahan di Jakarta Utara di bawah permukaan laut. Tapi pada 2030 diperkirakan hampir 90 persen atau 12.500 lahan di Jakarta Utara akan kena banjir baik dari laut maupun dari sungai. Karena air sungai tak dapat menuju ke laut. Selain itu terdapat penurunan muka tanah di pesisir Jakarta akibat abstraksi air yang menyebabkan penurunan muka tanah di Jakrarts rata-rata 7,5 cm per tahun.

Berdasarkan master plan Jabodebek 80-an, proyek pengembangan perumahan yang boleh dibangun berada pada bagian barat dan timur. Hal ini memicu perkembangan properti skala besar yang tumbuh di kota sekitar seperti di Deltamas, BSD, 3 Raksa, Cikarang, Sentul dan lain-lain.

Selain adanya pengembangan kawasana industri, pembangunan jalan tol juga memberikan sumbangan terhadap perkembangan properti skala besar dan pusat hunian baru bermunculan pada kota-kota sekitar Jakarta. Kemacetan akibat urban sprawling dan belum terpenuhinya permukiman layak huni yang disebabkan ketimpangan suplai demand dalam penyediaan pemukiman.

Salah satu kendalanya adalah proses pengadaan lahan dan rendahnya keterjangkauan masyarakat berpenghasilan rendah untuk membangun atau membeli rumah. Hal ini dibuktikan pada 2016 rumah tak layak layak huni mencapai 2,5 juta.

Pembangunan yang kurang terencana dan menjalar, urban sprawling dengan tidak disertai terintegrasi nya sistem transportasi massal turut menyumbang kemacetan lalin. Jumlah komuter 3,5 juta per hari belum terwadahi dalam transportasi publik yang terintegritas sehingga sebagian besar komuter pakai kendaraan pribadi, 62,9 persen motor, 17,4 persen mobil dan 16,7 persen kendaraan umum.

Rasio panjang jalan yang masih rendah dibandingkan metropolitan lain di dunia juga menjadi persoalan. Di Jakarta sendiri panjang jalan rasionya 7persen. Bandingan dengan Singapura 12 persen, New York 18 persen, Tokyo 20 persen. Lalu, saat ini 12,9 persen kawasan terbangun di Jabodetabekpunjur berada pada daerah dengan kelas kemampuan lahan yang sangat rendah untuk pengembangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tindaklanjuti Pertemuan Prabowo-Putin, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang dan Ekonomi Bilateral

Tindaklanjuti Pertemuan Prabowo-Putin, Menko Airlangga Bahas Peluang Dagang dan Ekonomi Bilateral

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38 WIB

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

BMKG Bunyikan Alarm Dini Peringatan Hujan di Jabodetabek Hari Ini

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:29 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:29 WIB

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Pemeriksaan Armada Tuntas, Seluruh Perjalanan KRL Jabodetabek Kembali Normal!

Pemeriksaan Armada Tuntas, Seluruh Perjalanan KRL Jabodetabek Kembali Normal!

News | Senin, 21 September 2026 | 10:42 WIB

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

Tak Cukup Terintegrasi, Mengapa Pendanaan Lintas Wilayah Penting untuk Transportasi Jabodetabek?

News | Kamis, 17 September 2026 | 10:57 WIB

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

17 Perjalanan KRL Dibatalkan Hingga 30 September 2026

News | Senin, 07 September 2026 | 21:16 WIB

Warga Jabodetabek Wajib Tahu! Jangan Asal Lap Abu Vulkanik Anak Krakatau, Begini Kata Pakar ITB

Warga Jabodetabek Wajib Tahu! Jangan Asal Lap Abu Vulkanik Anak Krakatau, Begini Kata Pakar ITB

News | Minggu, 06 September 2026 | 13:17 WIB

Terkini

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun

Bali | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG

Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Foto | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Komplotan Maling Motor di  Jakbar Ditangkap: Modus Pakai Jaket 'Reskrim' dan Ngaku Polisi

Komplotan Maling Motor di Jakbar Ditangkap: Modus Pakai Jaket 'Reskrim' dan Ngaku Polisi

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Tak Cuma Produksi Berita, Media Bisa Raup Cuan dari Komik hingga Bisnis Kreatif

Tak Cuma Produksi Berita, Media Bisa Raup Cuan dari Komik hingga Bisnis Kreatif

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Luasnya Rahmat Allah dalam Buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan

Luasnya Rahmat Allah dalam Buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Manajemen Kafe di Pekanbaru Diperiksa Buntut Viral Dugaan Penyimpangan Pengunjung

Manajemen Kafe di Pekanbaru Diperiksa Buntut Viral Dugaan Penyimpangan Pengunjung

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:59 WIB

Gergaji Mesin Mini ZPER 6 Inci 200 Ribuan Apakah Awet? Begini Testimoni Pengguna

Gergaji Mesin Mini ZPER 6 Inci 200 Ribuan Apakah Awet? Begini Testimoni Pengguna

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026

Tiga Srikandi TelkomGroup Bagikan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Danantara Sebut Saham BUMN Menarik Dikoleksi, Ini Alasannya

Danantara Sebut Saham BUMN Menarik Dikoleksi, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:45 WIB

×