facebook

Empat Kecamatan di Gunung Kidul Diterjang Banjir dan Tanah Longsor

Dwi Bowo Raharjo
Empat Kecamatan di Gunung Kidul Diterjang Banjir dan Tanah Longsor
Ilustrasi banjir. [Antara]

BPBD mengimbau kepada warga di sekitar aliran Sungai Oya untuk selalu memantau perkembangan debit air.

Suara.com - Banjir dan tanah longsor terjadi di empat kabupaten di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyebabnya karena hujan deras dengan durasi cukup lama mengguyur daerah tersebut pada Rabu (6/3) hingga Kamis (7/3).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul, Edi Basuki mengatakan banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Gedangsari, Nglipar, Semin, dan Ngawen. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir dan tanah longsor yang menerjang empat kecamatan tersebut.

BPBD mengimbau kepada warga di sekitar aliran Sungai Oya untuk selalu memantau perkembangan debit air.

"Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius, sebab Sungai Oya saat ini menjadi sungai rawan banjir di Gunung Kidul. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi," kata Edi seperti dilansir Antara, Sabtu (9/3/2019).

Baca Juga: Senam Bersama Srikandi di Palembang, Jokowi Minta Pendukung Lawan Isu Hoaks

Edi menerangkan, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Gunung Kidul, ada 104 Kepala Keluarga (KK) di empat kecamatan terdampak longsor dan banjir. Rincian tanah longsor terjadi di 27 titik sedangkan 63 rumah yang terendam banjir.

Puluhan rumah tersebut diantaranya tergenang banjir. Sebagian yang lain tergenang luapan sungai Oya.

Rumah yang terkena luapan Sungai Oya paling banyak terjadi di Kecamatan Ngawen. Dikarenakan rumah-rumah tersebut berada tidak jauh dari bantaran Sungai Oya. Sementara rumah yang tergenang banjir lebih banyak terjadi di Kecamatan Semin dan Nglipar.

Akibat banjir dan longsor tersebut ada sebanyak kurang lebih 60 KK mengungsi. Sementara di Padukuhan Krinjing, Desa Mertelu Kecamatan Gedangsari, satu ekor sapi dan 13 ekor ayam milik salah satu warga bernama Sumpono dinyatakan hanyut terbawa luapan sungai.

Selain mengungsi di balai padukuhan, rumah, dan toko, para warga atau korban terdampak banjir dan tanah longsor mengungsi di rumah warga yang terdekat. Hingga kini BPBD bersama petugas gabungan masih terus melakukan pendataan di empat kecamatan terdampak.

Baca Juga: PDIP Bekasi Anggarkan Rp 4,3 Miliar untuk Sebar Saksi di TPS

Wakil Bupati Gunung Kidul, Immawan Wahyudi bersama Kepala Pelaksana BPBD turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan dampak longsor dan banjir di empat kecamatan terdampak.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar