Prabowo - Sandiaga Minta KPU Cepat Klarifikasi Temuan 17,5 Juta DPT Ganda

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 12 Maret 2019 | 14:39 WIB
Prabowo - Sandiaga Minta KPU Cepat Klarifikasi Temuan 17,5 Juta DPT Ganda
Politisi Partai Amanat Nasional Hanafi Rais [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekretaris Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo - Sandiaga, Hanafi Rais meminta Komisi Pemilihan Umum atau KPU cepat mengklarifikasi secara terbuka terkait temuan pihaknya mengenai masih adanya 17,5 juta nama dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang belum tervalidasi dan kurang objektif.

Hanafi menyampaikan langkah perwakilan BPN Prabowo - Sandiaga yang mendatangi Kantor KPU RI pada Senin (11/3/2019) untuk melaporkan adanya temuan DPT tidak wajar dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"DPT yang kami temukan kurang objektif, banyak ganda, dan banyak keanehan maka KPU harus memberi penjelasan sesuai aturan UU yang ada," kata Hanafi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

BPN mendapati banyak temuan terkait DPT yang tidak wajar di Pilpres 2019. Sehingga perlu diklarifikasi KPU RI dan kalau perlu akan disampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Menurut dia, data pemilih menjadi unsur paling penting dalam demokrasi sehingga tidak boleh ada kecurangan dan tidak boleh ada manipulasi.

"Orang mengatakan kecurangan sudah terjadi, kami tidak ingin adanya kesan seperti itu. Karena itu kami harap KPU bisa mengklarifikasi secara benar terkait DPT Pilpres 2019," ujarnya.

Dia menilai KPU sebagai penyelenggara pemilu harus netral, independen, dan hanya bekerja berdasarkan ketentuan UU saja, tidak berdasarkan kepentingan lain.

Menurut dia, BPN Prabowo-Sandi akan menerima kalau nanti berdasarkan penjelasan KPU memiliki dasar dan meyakinkan, namun kalau tidak, maka ada prosedur lain yaitu melaporkannya kepada Bawaslu untuk menyelesaikan terkait sengketa DPT tersebut.

"Kami memang selama ini memiliki fokus pada persoalan DPT agar pemilu berjalan jujur dan adil. Kami selama ini diberikan ruang oleh KPU seperti mengatur kampanye dan debat pilpres," katanya pula.

Dia mengatakan upaya perbaikan DPT itu bukan bentuk delegitimasi kepada KPU RI, namun justru ingin menguatkan lembaga tersebut agar sebagai penyelenggara pemilu bersikap jujur dan adil.

baca juga

Sebelumnya, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta partai politik koalisi melaporkan temuan DPT tidak wajar Pemilu Presiden 2019.

Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sebelumnya pihaknya telah bertemu dengan komisioner KPU untuk melaporkan temuannya tersebut secara lisan.

"Kami sampaikan beberapa keprihatinan kami mengenai keutuhan dan integritas dari DPT. Hal ini kami sudah sampaikan sejak bulan Desember lalu tanggal 15, kami sampaikan secara lisan dan disusul dengan laporan resmi tertulis kepada KPU RI," kata Hashim, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/3).

Hashim mengungkapkan, berdasarkan temuan dari IT BPN setidaknya 17,5 juta nama di DPT masih belum tervalidasi dengan baik dan benar. Karena itu, pihaknya mendorong KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu untuk segera memperbaikinya agar dapat menghasilkan pemilu yang jujur dan berkualitas.

"Kami sudah meminta komitmen KPU yang berjanji akan memperbaiki dan merevisi adanya perubahan DPT, dan semua masyarakat harus sama-sama mengawal agar ke depan tidak ada manipulasi data ganda," ujarnya pula. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dahnil: Prabowo Peringati Aparat Pengaman Kasar ke Rakyat yang Ingin Dekat

Dahnil: Prabowo Peringati Aparat Pengaman Kasar ke Rakyat yang Ingin Dekat

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 14:17 WIB

Ini Dia Sosok Lelaki yang Digampar dan Diusir Prabowo saat Kampanye

Ini Dia Sosok Lelaki yang Digampar dan Diusir Prabowo saat Kampanye

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 14:04 WIB

Di Malang, Seribu Surat Suara Ditemukan Rusak

Di Malang, Seribu Surat Suara Ditemukan Rusak

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 13:52 WIB

Viral Prabowo Gampar dan Usir Lelaki Berbatik dari Atas Mobil saat Kampanye

Viral Prabowo Gampar dan Usir Lelaki Berbatik dari Atas Mobil saat Kampanye

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 13:44 WIB

Ribuan Surat Suara Rusak Ditemukan di Kabupaten Tangerang

Ribuan Surat Suara Rusak Ditemukan di Kabupaten Tangerang

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 12:52 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×