KLHK: Kualitas Udara di DKI Jakarta Bukan Terburuk di Asia Tenggara

Fabiola Febrinastri

Kamis, 14 Maret 2019 | 10:05 WIB
KLHK: Kualitas Udara di DKI Jakarta Bukan Terburuk di Asia Tenggara
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M.R. Karliansyah. (Dok: KLHK)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut, indeks kualitas udara DKI Jakarta bukanlah yang terburuk di Asia Tenggara. Bahkan selama Januari - Februari 2019, kualitas udara di Jakarta semakin baik dibanding 2018.

Hal ini dikemukakan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M.R. Karliansyah, saat menggelar jumpa pers dengan awak media di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Selain Jakarta, KLHK juga memiliki jaringan kualitas udara di 14 kota.

“KLHK sudah memiliki jaringan pemantau kualitas udara yang terus di-update secara real time dan kontinyu di 14 kota. Kita memiliki 54 stasiun pemantauan di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat mengakses sistem pemantauan kualitas udara tersebut melalui https://iku.menlhk.go.id/aqms/,” katanya.

Sebelumnya, IQAir AirVisual menerbitkan laporan World Air Quality Report 2018 dan menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Asia Tenggara. Laporan tersebut menggunakan metode pengukuran indeks kualitas udara dengan menghitung konsentrasi rata-rata tahunan particulate matter (PM) 2,5.

Adapun batas aman tahunan yang digunakan pada laporan tersebut mengacu kepada standar World Health Organization (WHO), yaitu 10 g/m3.

Menurut Karliansyah, batas aman tahunan yang digunakan WHO tersebut berbeda dengan baku mutu udara ambien nasional tahunan yang digunakan KLHK, yaitu 15 g/m3.

“Di dunia ini, tidak ada satu kota metropolitan pun yang memiliki indeks kualitas udara tahunan mencapai 10 g/m3 dengan PM 2,5 sesuai standar WHO tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, stasiun pemantau kualitas udara ambien yang dimiliki KLHK menggunakan parameter yang lebih lengkap, yaitu PM 10, PM 2,5, CO, O3, NO2, HC dan SO2. Variabel metrological yang digunakan pun terhitung lengkap seperti kecepatan dan arah angin, radiasi solar, temperatur udara, tekanan udara, curah hujan, serta kelembapan udara.

“Air Quality Management System (AQMS) yang dimiliki KLHK menggunakan metode pengukuran yang lebih kompleks dan real time,” jelas Karliansyah.

Berdasarkan data KLHK, kualitas udara kota Jakarta berdasarkan indeks PM 2,5 selama tahun 2018, antara lain terdapat 34 hari dengan kondisi udara baik (warna hijau), 122 hari dengan kondisi udara sedang (warna biru), dan 196 hari sisanya berada dalam kondisi tidak sehat (warna kuning). Tidak ada satu hari pun pada tahun 2018, Jakarta memiliki kondisi udara sangat tidak sehat (warna merah).

Pada tahun 2019 selama periode Januari-Februari, kondisi udara Jakarta justru menunjukkan kualitas udara yang semakin membaik dibanding tahun 2018. Terdapat 10 hari dengan kondisi udara baik (hijau), 38 hari dengan kondisi udara sedang (biru), dan hanya 11 hari dengan kondisi udara tidak sehat (kuning).

Karliansyah menerangkan, “Untuk Jakarta, 70% sumber pencemaran udara berasal dari polusi kendaraan bermotor.” Upaya-upaya yang ditempuh oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain dengan pemberlakuan bahan bakar setara EURO4, uji emisi kendaraan bermotor secara reguler, serta penerapan eco-driving. Selain itu berbagai kota di Indonesia juga telah mengimplementasikan Car Free Day, penghijauan Taman Kota/Hutan Kota, hingga pengembangan transportasi massal seperti bis TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek, serta MRT dan LRT.

“Tentu informasi semacam ini masyarakat juga perlu tahu, dan diharapkan dapat berpartisipasi juga dalam mendukung program pemerintah. Dengan demikian maka kita dapat secara bersama-sama memperoleh kualitas udara untuk hidup yang lebih baik,” tutup Karliansyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLHK Sambut Baik Penolakan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal di Makassar

KLHK Sambut Baik Penolakan Praperadilan Kasus Kayu Ilegal di Makassar

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 09:23 WIB

Lagi, KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Lagi, KLHK Minta Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

News | Jum'at, 08 Maret 2019 | 09:44 WIB

Cegah Karhutla, KLHK dan BPPT akan Buat Hujan Buatan

Cegah Karhutla, KLHK dan BPPT akan Buat Hujan Buatan

News | Selasa, 05 Maret 2019 | 09:30 WIB

KLHK Ramaikan Java Jazz 2019 dan Kampanye Pengurangan Sampah Plastik

KLHK Ramaikan Java Jazz 2019 dan Kampanye Pengurangan Sampah Plastik

News | Senin, 04 Maret 2019 | 11:17 WIB

Terkini

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:34 WIB

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:05 WIB

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:23 WIB