Saksi Sebut Pasca Konflik di Aceh Irwandi Yusuf Bisa Buat Hati Nyaman

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 14 Maret 2019 | 22:22 WIB
Saksi Sebut Pasca Konflik di Aceh Irwandi Yusuf Bisa Buat Hati Nyaman
Mantan Komandan Operasi IV GAM, Aceh Timur, Angga menjadi saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Mantan Komandan Operasi IV GAM, Aceh Timur, Angga mengatakan terdakwa Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf merupakan salah satu orang yang mampu membawa perdamaian setelah konflik di Aceh. Tepatnya setelah penandatangan perdamaian perjanjian Helsinki pada tahun 2005 antara Pemerintah dengan GAM.

Hal itu disampaikan Angga saat menjadi saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf dalam perkara suap Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019) malam.

"Pasca konflik, kami percaya beliau (Irwandi) orang yang bisa buat hati nyaman, buat pemerintah Republik Indonesia. Kalau yang lain enggak. Dia (Irwandi) mampu membuat baik masyarakat di Aceh. Beliau mampu menjaga perdamaian di Aceh," kata Angga di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Angga menuturkan, semenjak Irwandi menjadi gubernur periode pertama pada tahun 2007, sering menjumpai mantan-mantan kombatan GAM. Dimana Irwandi terus meminta bersabar dengan kondisi kombatan GAM yang memang masih perlu diperhatikan kesejahteraanya.

"Turun ke daerah jumpa bersama kami (Irwandi). Pernah ini meminta kami untuk bersabar. Ya, kami sabar apapun sabar pun kami punya kebutuhan (kombatan GAM) anaknya, ayahnya meninggal (pasca konflik Aceh)," ujar Angga.

Lebih jauh Angga mengatakan, Irwandi dianggap selalu menyampaikan kepada kombatan GAM agar tak menganggu perdamaian. Ia juga disebut kerap mengajak kombatan GAM untuk membangun daerah Aceh secara bersama dengan baik.

"Beliau (Irwandi) kalau ke kami, jangan hentikan bentuk yang menganggu perdamaian. Kita bangun Aceh ini lebih baik bersama. Ya, kami tetap bersabar," tutur Angga

Untuk diketahui, Irwandi Yusuf didakwa menerima uang suap senilai Rp 1,05 miliar selama menjabat Gubenur Aceh. Di dalam dakwaan, Irwandi juga diduga menerima sejumlah gratifikasi sebesar Rp 32 miliar.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Irwandi Terjerat Kasus Korupsi, Nur Djuli Sempat Tenangkan Kombatan GAM

Irwandi Terjerat Kasus Korupsi, Nur Djuli Sempat Tenangkan Kombatan GAM

News | Senin, 11 Maret 2019 | 22:13 WIB

Eks Panglima GAM Bicara Pengelolaan Keuangan Pemprov Aceh Era Irwandi Yusuf

Eks Panglima GAM Bicara Pengelolaan Keuangan Pemprov Aceh Era Irwandi Yusuf

News | Senin, 11 Maret 2019 | 21:14 WIB

Tak Pernah Bicara Proyek, Saksi Syok Saat Irwandi Yusuf Ditangkap KPK

Tak Pernah Bicara Proyek, Saksi Syok Saat Irwandi Yusuf Ditangkap KPK

News | Senin, 04 Maret 2019 | 21:52 WIB

Kepala Bappeda Sebut usulan Aceh Marathon Bukan dari Irwandi Yusuf

Kepala Bappeda Sebut usulan Aceh Marathon Bukan dari Irwandi Yusuf

News | Senin, 04 Maret 2019 | 20:21 WIB

Kepala Bappeda Aceh: Gubernur Irwandi Kerap Ingatkan Soal Penggunaan DOKA

Kepala Bappeda Aceh: Gubernur Irwandi Kerap Ingatkan Soal Penggunaan DOKA

News | Senin, 04 Maret 2019 | 18:55 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×