Sentilan Andi Arief: Apel Kebangsaan hingga Survei Capres Dibiayai Negara

Rendy Adrikni Sadikin

Jum'at, 15 Maret 2019 | 10:47 WIB
Sentilan Andi Arief: Apel Kebangsaan hingga Survei Capres Dibiayai Negara
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief tiba di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). (Suara.com/ Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Andi Arief berkicau lagi. Kali ini, dia menuding apel kebangsaan di Jawa Tengah hingga survei calon presiden dibiayai oleh negara.

Cuitannya melalui akun @AndiArief_, Jumat (15/3/2019), diawali dengan menuding Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meniru cara orde baru yakni kampanye dengan fasilitas negara.

"Ada uang negara rencana dihabiskan buat apel kebangsaan, lalu KPK diam tak mencegah. Sayup-sayup terdengar KPK adalah mitra dalam memgasistensi APBD jateng. Kawan saya @ganjarpranowo mungkin terinspirasi cara Orba menang Pemilu dengan fasilitas negara," kicau Andi Arief.

Andi Arief pun membeberkan alasan Ganjar menghamburkan uang negara dalam jumlah besar menggelar Apel Kebangsaan untuk mendukung capres petahana Presiden Joko widodo..

"Kenapa kawan saya @ganjarpranowo berani hamburkan uang negara dalam jumlah besar buat apel kebangsaan untuk "Jokowi"? Menurut saya, karena Jadi gubernur sampai bupati era Jokowi gak mungkin diproses kasus korupsi oleh Kepolisian dan Kejaksaan. Dua institusi itu buat lawan politik," cuit Andi Arief.

Sempat, Andi Arief kilas balik membandingkan acara serupa pada era Presiden ke-dua RI Soeharto dengan Apel Kebangsaan yang digelar kali ini.

"Dulu kepala daerah menggunakan APBD untuk apel kebulatan tekad mendukung Pak Harto. Sekarang apel kebangsaan untuk menangkan Pak Jokowi. Memangnya bangsa kita terancam musuh dari luar sehingga perlu apel? Sudah ada kopasus dan TNI," kicau Andi Arief.

Andi Arief menilai Apel Kebangsaan itu bukan menguatkan rasa kebangsaan, melainkan untuk memenangkan Jokowi. Dia pun sempat menyentil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apel kebangsaan untuk Jokowi: skandal anggaran yang mekibatkan pembiaran KPK, kepolisian, kejaksaan dan birokrasi. Hanya untuk memenangkan Jokowi, bukan untuk menguatkan rasa kebangsaan," cuit Andi Arief.

"KPK ada waktu buat mencegah apel kebangsaan buat Pak Jokowi di Jateng yang menghamburkan uang negara. Kalau diam saja nanti rakyat akan berteriak: "KPK lantainya saja yang bersih," kicau Andi Arief.

Bukan cuma itu, yang mengagetkan, Andi Arief juga menuding tas bingkisan Jokowi dan survei pencapresan, termasuk surveyor asing, dibiayai menggunakan uang negara.

"Bukan hanya apel kebangsaan, tas bingkisan Jokowi yang dibiayai negara. Saya mendapat informasi audit dari lembaga tertentu juga menemukan fakta bahwa survei pencapresan (termasuk surveyor asing) dibiayai uang negara. Info ini mengagetkan saya," cuit Andi Arief.

Cuitan Andi Arief. [Twitter]
Cuitan Andi Arief. [Twitter]

Sekadar informasi, Apel Kebangsaan yang menghadirkan artis dan tokoh nasional di Semarang, Jawa Tengah, Minggu 17 Maret 2019, kini tengah menarik perhatian.

Sebab, acara itu diduga menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 18 miliar. Hal itu terlihat dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Seperti ditelusuri Suara.com di laman situs https://lpse.jatengprov.go.id/eproc4/lelang/14413042/pengumumanlelang, tertera nama tender 'Pengadaan Kegiatan Apel Kebangsaan Jawa Tengah Tahun 2019 Rampak Senandung Kebangsaan'.

Dalam laman situs itu tertera, acara tersebut memiliki nilai pagu paket Rp 18.764.420.000,00. Anggaran berasal dari APBD 2019 dengan instansi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan satuan kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemprov Jateng Akan Gelar Apel Kebangsaan, BPN: Kampanye Jangan Pakai APBD

Pemprov Jateng Akan Gelar Apel Kebangsaan, BPN: Kampanye Jangan Pakai APBD

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 21:59 WIB

Terkini

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

×