Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

Pebriansyah Ariefana, Lilis Varwati

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB
Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik
Foto udara asap mengepul dari kebun kelapa sawit dan pinang yang terbakar di Desa Pandan Sejahtera, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YU]
baca 10 detik
  • Kalimantan Tengah mengalami kenaikan titik panas terbesar hingga 5.391 titik dengan jarak pandang terbatas.

  • Penurunan titik panas dan titik api terjadi di Kalimantan Selatan serta Kalimantan Barat.

  • Sejumlah provinsi di Sumatera mencatatkan dinamika kenaikan titik api meski titik panas berkurang.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pergerakan titik panas atau hotspot masih bertambah di beberapa provinsi pada Minggu (30/8).

Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah dengan penambahan hotspot paling signifikan. Dalam sehari, titik panas di provinsi tersebut bertambah 876 titik hingga mencapai 5.391 titik.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan peningkatan titik panas juga terjadi di Kalimantan Barat (Kalbar).

kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Sumatera Selatan
kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Sumatera Selatan

"Di Kalimantan Barat kita lihat di sini bahwa hotspot hari ini memang bertambah lagi, hari kemarin bertambah, hari ini sebanyak 453 titik untuk titik panas, dan untuk titik apinya turun menjadi 16 yang tadinya 23 titik, sekarang turun jadi 16," kata Berton saat konferensi pers virtual, Minggu (30/8/2026).

Berdasarkan pemaparan Berton, total hotspot di Kalbar kini mencapai 3.824 titik. Meski demikian, jumlah titik api di wilayah tersebut justru mengalami penurunan dari 23 menjadi 16 titik.

Kondisi berbeda terjadi di Kalteng. Selain menjadi provinsi dengan penambahan hotspot terbesar dalam pembaruan tersebut, kondisi jarak pandang juga relatif rendah.

"Namun di Kalimantan Tengah titik panas bertambah 876 titik sedangkan di Kalimantan Selatan turun sebanyak 279 titik. Jarak pandang relatif rendah antara 1 sampai 1,5 kilometer," ucap dia.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), jumlah hotspot tercatat turun 279 titik menjadi 1.077 titik. Penurunan juga terjadi pada titik api di provinsi tersebut.

"Kita harap di lain waktu juga seperti ini bisa terjadi dan provinsi-provinsi lain. Demikian juga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terjadi penurunan titik api," tutur dia.

baca juga

BNPB juga mencatat perkembangan karhutla di tiga provinsi di Sumatera, yakni Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), dan Jambi.

Di Riau, jumlah hotspot turun satu titik menjadi 264 titik. Namun, jumlah titik api justru mengalami peningkatan.

"Di Riau kami catat terjadi penurunan titik panas sebesar 1, dan peningkatan titik api sebesar 5 menjadi 12 titik api, dan jarak pandang hanya 5 kilometer," ujar Berton.

Sementara di Sumatera Selatan, penurunan hotspot jauh lebih besar, yakni sebanyak 215 titik. Jumlah titik panas di provinsi tersebut kini tercatat 804 titik.

Meski titik panas turun, kondisi berbeda terjadi pada titik api. BNPB mencatat jumlahnya bertambah delapan titik menjadi 18 titik dengan jarak pandang 2,4 kilometer.

Adapun di Jambi, jumlah hotspot justru meningkat menjadi 135 titik. Sementara titik api tercatat tetap empat titik dengan cara pandang sekitar 3,5 kilometer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat Memaksa Siswa Pontianak Belajar Daring

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×