Kala Murahnya Rokok Kretek Asing Ketimbang Lokal Dipertanyakan

Iwan Supriyatna

Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:37 WIB
Kala Murahnya Rokok Kretek Asing Ketimbang Lokal Dipertanyakan
Ilustrasi produk rokok kretek dari industri rokok tanah air. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, industri rokok besar dengan produksi di atas 2 miliar batang per tahun, kecil kemungkinan menjual produknya dengan harga murah.

Sebab menurut Enny, mereka terkena aturan cukai dengan tarif lebih tinggi.

"Jadi, kalau ada rokok kretek asing dijual lebih murah dari rokok kretek produk domestik, harus dievaluasi kenapa hal itu bisa terjadi," kata Enny Sri Hartati, Jumat (15/3/2019).

Enny memberikan tanggapan terkait peluncuran produk rokok kretek dengan brand asing berinisial PM, yang dijual di pasar nasional dengan banderol Rp 12.000 per bungkus isi 12 batang.

Kata Enny, PM merupakan pemain besar di industri rokok dunia. Di Indonesia saja, angka produksinya di atas 2 miliar batang per tahun.

"Sesuai regulasi, PM seharusnya berada di golongan satu dalam tarif cukai. Sehingga, mestinya tidak mungkin mereka jual produk kretek lebih murah dibandingkan kretek menengah ke bawah produksi Indonesia," ucap Enny.

"Kalau hal itu dianggap merugikan, laporkan, karena mungkin ada aturan yang tidak mereka patuhi. Aturannya sudah ada, tinggal bagaimana penegakan hukum (law enforcement)-nya," lanjutnya.

Enny menambahkan, prinsip pertama, pada dasarnya setiap orang boleh berusaha, baik itu domestik maupun asing. Dengan catatan, semua harus mengikuti peraturan yang berlaku di negara tersebut.

Prinsip kedua, yang namanya rokok, kalau dilihat struktur biayanya, hampir 80 persen itu untuk regulasi.

baca juga

"Jadi, dalam satu batang rokok, biaya produksi hanya sekitar 20 persen. Sudah termasuk cukai dan sebagainya,"
tutur Enny.

Menurut Enny, kalau rokok tersebut diproduksi di luar negeri, lalu masuk ke dalam negeri, maka harus dikenai pajak.

"Artinya, jika struktur biayanya hampir sama dengan produk dalam negeri, bagaimana mungkin mereka jual lebih murah. Sebab, konten biaya produksinya pasti sama. Sehingga, hitungan ekonominya tidak mungkin lebih murah dibanding produk dalam negeri, karena ada cukai," urai Enny.

Sementara, jika rokok tersebut diproduksi di Indonesia dengan tembakau impor, Enny menyebut ada regulasi dari pemerintah.

"Kalau pemerintah mau melindungi petani tembakau dalam negeri, tentu tembakau impor harus dikenai tarif lagi seperti bea masuk, sehingga ekuivalen. Semua ada aturannya, tinggal ditegakkan atau tidak," tegasnya.

Ekonom senior ini menjelaskan, regulasi diperlukan untuk menjaga keseimbangan. Dalam industri rokok, yang memang harus dibatasi produksinya, salah satu instrumen pembatasnya adalah terkait penggunaan tembakau impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Susi Pudjiastuti Nyalakan Rokok untuk Perempuan di Depan Bocah

Viral Susi Pudjiastuti Nyalakan Rokok untuk Perempuan di Depan Bocah

News | Senin, 11 Maret 2019 | 16:06 WIB

Mimisan karena Terpapar Asap Rokok, Wanita Ini Buat Catatan Memilukan

Mimisan karena Terpapar Asap Rokok, Wanita Ini Buat Catatan Memilukan

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 16:00 WIB

Peraturan Baru, Merokok di Thailand Bisa Bikin Jatuh Miskin

Peraturan Baru, Merokok di Thailand Bisa Bikin Jatuh Miskin

Lifestyle | Jum'at, 15 Februari 2019 | 21:02 WIB

Terkini

Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD

Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

Teriakan Mahasiswa Sukses Tembus Bundaran HI: Bukti Rakyat Sudah Muak dan Bersatu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

Cak Imin Ingatkan Kemenkeu: Jangan Jadikan Anggaran Pemberdayaan 'Anak Tiri' di APBN!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

GIIAS Makassar 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Merek Otomotif Global dan Kendaraan Terbaru

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Mulai 40 Ribuan! 5 Night Serum Lokal Ampuh Samarkan Garis Halus dan Kerutan

Mulai 40 Ribuan! 5 Night Serum Lokal Ampuh Samarkan Garis Halus dan Kerutan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:10 WIB

'Stop The Wedding' Lagu Siapa? Ini Penyanyinya dan Lirik Lengkapnya

'Stop The Wedding' Lagu Siapa? Ini Penyanyinya dan Lirik Lengkapnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

BEI Bakal Dimiliki Pemerintah dan Swasta, Bagaimana Nasib Independensi Bursa?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

Kena Barikade Aparat, Taktik Berpencar Sukses Bawa Mahasiswa Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Geger di Kupang Teba! Wanita Muda Ditemukan Tewas di Parit: Tubuh Terikat Tambang, Kepala Penuh Luka

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×