Unggul 25,8 Persen di Survei SMRC, Prabowo Keok dari Jokowi

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 17 Maret 2019 | 14:34 WIB
Unggul 25,8 Persen di Survei SMRC, Prabowo Keok dari Jokowi
CEO SMRC, Djayadi Hanan saat merilis elektablitas pasangan capre-cawapres. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Cosulting (SMRC) merilis hasil survei nasional teranyar terkait elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin memimpin cukup tinggi dengan selisih 25,8 persen.

Berdasarkan hasil Jokowi - Maruf Amin meraih suara 57,6 persen. Sedangkan, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meraih 31,8 persen. Sementara, pemilih yang belum menentukan pilihan ada sekitar 10,6 persen.

"Jika Pilpres diadakan di awal Maret 2019 kemungkinan pasangan nomor urut 01 akan memenangkannya dengan selisih cukup besar sekitar 26 persen," kata CEO SMRC, Djayadi Hanan di kantornya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).

Djayadi mengatakan, ada peningkatan perolehan suara Jokowi - Ma'ruf Amin dari hasil survei Januari lalu yang memperoleh suara 54,9 persen. Sebaliknya, kata Djayadi, justru terdapat penurunan perolehan suara bagi pasangan Prabowo - Sandiaga Uno pada Januari lalu yang mencapai 32,1 persen.

Djayadi menerangkan peningkatan suara dukungan Jokowi - Ma'ruf Amin berhubungan dengan optimisme masyarakat dengan kondisi ekonomi dan penilaian masyarakat terhadap hasil debat Pilpres. Selain itu, kata dia, ketidakpercayaan masyarakat terhadap maraknya berita bohong atau hoaks dan fitnah yang dianggap menyudutkan calon presiden petahan tersebut.

"Dalam survei ini, SMRC menemukan 71 persen responden mengaku sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Jokowi," ungkapnya.

Survei ini dilakukan SMCR pada Februari - Maret 2019 terhadap 2820 responden di 34 provinsi yang terdiri dari Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih di pilpres 2019 dengan metode multistage random sampling. Response rate (atau responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2479 atau 88 persen.

Sedangkan, margin of error rata-rata dari survei ini sebesar 2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno: Jurkamnas Harus Selaraskan Pesan ke Masyarakat Jelang Pilpres

Sandiaga Uno: Jurkamnas Harus Selaraskan Pesan ke Masyarakat Jelang Pilpres

News | Sabtu, 16 Maret 2019 | 06:05 WIB

Jika Terpilih, Prabowo Bakal Lanjutkan Kebijakan Gus Dur

Jika Terpilih, Prabowo Bakal Lanjutkan Kebijakan Gus Dur

News | Sabtu, 16 Maret 2019 | 00:00 WIB

Ratusan Advokat di Jateng Deklarasi Dukung Prabowo-Sandiaga

Ratusan Advokat di Jateng Deklarasi Dukung Prabowo-Sandiaga

Jawa Tengah | Jum'at, 15 Maret 2019 | 18:34 WIB

Sebut Masalah Pribadi, TKN Tak Mau Kasus Rommy Dikaitkan dengan Pilpres

Sebut Masalah Pribadi, TKN Tak Mau Kasus Rommy Dikaitkan dengan Pilpres

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:56 WIB

Sandiaga Nilai Penangkapan Rommy Sebuah Musibah

Sandiaga Nilai Penangkapan Rommy Sebuah Musibah

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 15:30 WIB

Terkini

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:59 WIB

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:44 WIB

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:26 WIB

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:17 WIB

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:16 WIB

Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran

Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB

Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:44 WIB