Viral, Video Ceramah Ulama di Depan Ma'ruf Amin Diduga Kampanye Hitam

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 20 Maret 2019 | 10:23 WIB
Viral, Video Ceramah Ulama di Depan Ma'ruf Amin Diduga Kampanye Hitam
Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin saat mengikuti debat pilpres ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). [Antara Foto/Wahyu Putro A/wsj]

Suara.com - Sebuah video mendadak viral di media sosial lantaran diduga bernuansa kampanye hitam. Dalam video itu terlihat sejumlah orang, satu di antaranya mirip dengan Cawapres Ma'ruf Amin.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @_kritikpolitik_ itu, tampak seorang ulama yang tengah memberikan ceramahnya di hadapan Ma'ruf Amin serta pendukung. Didug isi dalam ceramah tersebut merupakan bentuk kampanye hitam.

Dalam ceramahnya, sang ulama yang belum diketahui identitasnya berkata, jika Ma'ruf Amin yang merupakan wakil dari Capres Petahana Joko Widodo kalah maka, Nahdlatul Ulama (NU) serta pesantren hanya tinggal fosil alias punah.

"Sesuatu yang bid'ah, yang musyrik, yang kafir dan sebagainya, dan mereka ini akan membuat sebuah kekuatan. Dan apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini hanya akan menjadi fosil di masa depan," kata pria dalam video tersebut, seperti dikutip Suara.com, Rabu (20/3/2019).

"Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir masih ada hari santri apabila Kiai Ma'ruf ini kalah," katanya.

Ceramah viral diduga kampanye hitam di depan Cawapres Ma'ruf Amin. (Capture video Instagram)
Ceramah viral diduga kampanye hitam di depan Cawapres Ma'ruf Amin. (Capture video Instagram)

Selanjutnya ia mengajak para pendukung untuk mencegah tudingannya tersebut agar tidak terjadi dengan memilih Jokowi - Maruf dalam Pilpres 2019.

"Jawabnya hanya satu kalau semuanya ingin satu, semua kita ajak untuk memenangkan Kiai Ma'ruf Amin," ucapnya.

Sebelumnya video bernuansa kampanye hitam juga sempat viral. Dalam video tersebut terdapat tiga emak-emak di Karawang, Jawa Barat yang menyebut tidak akan ada lagi adzan, tidak lagi ada yang pakai kerudung, dan nikah sejenis.

Tiga emak-emak yang berada dalam video tersebut selanjutnya diproses hukum lantaran pernyataannya yang menuding capres dan cawapres Jokowi - Maruf.

baca juga

Dalam video itu, terlihat dua orang wanita yang tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga, hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada Pilpres mendatang.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang make kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah," kata wanita dalam video tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri akan Telusuri Video Polisi Ajak Warga Teriak 'Jokowi Yes Yes Yes'

Polri akan Telusuri Video Polisi Ajak Warga Teriak 'Jokowi Yes Yes Yes'

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 09:02 WIB

Heboh, Video Polisi Ajak Warga Teriak 'Jokowi Yes Yes Yes'

Heboh, Video Polisi Ajak Warga Teriak 'Jokowi Yes Yes Yes'

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 08:55 WIB

Timses Prabowo Sebut Jokowi Panik dan Kehabisan Akal Naikan Elektabilitas

Timses Prabowo Sebut Jokowi Panik dan Kehabisan Akal Naikan Elektabilitas

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 04:15 WIB

Hary Tanoe ke Ribuan Caleg Perindo: Jangan Hanya Kampanye Diri Sendiri!

Hary Tanoe ke Ribuan Caleg Perindo: Jangan Hanya Kampanye Diri Sendiri!

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 22:10 WIB

KPU Alami Kendala Teknis Saat Coklit Data Pemilih Pemilu 2019

KPU Alami Kendala Teknis Saat Coklit Data Pemilih Pemilu 2019

News | Selasa, 19 Maret 2019 | 21:56 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×