Kasus Suap 'Ketok Palu', KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi

Chandra Iswinarno | Welly Hidayat
Kasus Suap 'Ketok Palu', KPK Periksa 14 Anggota DPRD Jambi
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Sebelumnya KPK, telah menetapkan 12 Anggota DPRD Jambi menjadi tersangka dan satu pihak swasta sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus suap Gubernur Jambi Zumi Zola.

Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 14 anggota DPRD Jambi terkait kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut pemeriksaan 14 anggota DPRD tersebut dilaksanakan di Kepolisian Daerah Jambi, dengan terperiksa Fahrozi, Muntalia, Sainudin, Eka Marlina, Hasyim Ayub, Alim Ismail, Agus Rahma, Wiwit Iswara, Syofian, Arahmad Eka P, Suprianto, Masnah Busro, Jamaludin, dan Edmon‎.

"Diagendakan pemeriksaan saksi untuk 12 anggota DPRD yang telah ditetapkan menjadi tersangka sebelumnya," kata Febri dikonfirmasi, Rabu (20/3/2019).

Sebelumnya KPK, telah menetapkan 12 Anggota DPRD Jambi menjadi tersangka dan satu pihak swasta sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Adapun, 13 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka, yakni Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD Jambi AR Syahbandar dan Chumaidi Ziadi, Ketua Fraksi Golkar Sufardi Nurzain, Ketua Fraksi Restorasi Nurani Cekman dan Ketua Fraksi PKB Tadjudin Hasan.

Kemudian, Ketua Fraksi PPP, Parlagutan Nasution, Ketua Fraksi Gerindra Muhamadiyah, Pimpinan Komisi III, Zainal Abidin, Anggota DPRD, Elhelwi, Gusrizal, Effendi Hatta, dan pihak swasta, Foe Fandy Yoesman.

Mereka yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK diduga kuat dalam perannya melakukan sejumlah pertemuan, meminta sejumlah uang dan meminta uang 'ketok palu' dalam pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS