Pengelolaan Kawasan Konservasi Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 22 Maret 2019 | 16:44 WIB
Pengelolaan Kawasan Konservasi Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam acara “Festival Kolaborasi TNGGP dengan Masyarakat sekitar Kawasan” di Cibodas Kabupaten Cianjur, Jum’at (22/3/2019). .

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan, kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi yang bekerja sama dengan masyarakat, terbukti mampu memberikan multiplier effect (efek pengganda) bagi kelestarian kawasan dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurutnya, selain menjadi sistem penyangga kehidupan, pusat pengawetan keanekaragaman hayati bisa dimanfaatkan secara lestari, dimana sebuah taman nasional menjadi bagian dari pertumbuhan wilayah. Sistematika pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dapat dijadikan rujukan pengelolaan kawasan terkini yang mengedepankan masyarakat.

“Taman Nasional harus memberikan estetika dan keindahan, memberikan jaminan masa depan bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik, memberikan manfaat ekonomi dan menjadi pendorong ekonomi masyarakat selain kesempatan kerja dan bisa membangun ekonomi lokal dengan tetap menjaga menejemen konservasi dan fungsi-fungsinya,” katanya, dalam “Festival Kolaborasi TNGGP dengan Masyarakat sekitar Kawasan” di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019).  

Sebagai salah satu taman nasional tertua di Indonesia yang telah berusia genap 39 tahun, banyak terobosan pengelolaan yang telah dilakukan oleh Balai Besar TNGGP, baik dalam rangka pengembangan ekowisata sebagai bentuk diversifikasi program wisata, sistem pengelolaan pengunjung maupun sarana prasarana pendukung wisata.

Selain pengembangan wisata, Balai Besar TNGGP telah melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk diberikan akses di zona tradisional dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya konkrit untuk memberikan manfaat taman nasional bagi masyarakat sekitar dengan tetap mempertahankan kualitas ekologi kawasan.

Kawasan TNGGP seluas 24.270 hektare mempunyai peranan penting sebagai sistem penyangga kehidupan bagi tidak kurang dari 30 juta orang masyarakat sekitar Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bandung, Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bandung, yang mengalirkan sungai-sungai dengan air per tahun ± 213 miliar liter.

Selain memiliki fungsi sistem penyangga kehidupan, TNGGP merupakan perwakilan tipe Hutan Hujan Pegunungan Tropis di Pulau Jawa, yang menyediakan habitat Surili, Owa Jawa dan Macan Tutul serta berbagai jenis burung.

“TNGGP menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) tidak sedikit ke Kabupaten Cianjur. TNGGP juga menjadi sumber kehidupan masyarakat Cianjur, karena air yang diminum masyarakat Cianjur 100 persen berasal dari Gunung Gede Pangrango," imbuh Bupati Cianjur, Herman Suherman, dalam acara festival yang mengangkat tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat (Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo)”

baca juga

Dalam kunjungan kali ini, Menteri Siti juga mendorong pembangunan hutan kota di Cianjur. Tahun ini akan dimulai pembuatan desain dan fasilitasi dari KLHK.

Menurutnya, hutan di dekat kota atau hutan kota, selain menjadi ruang terbuka publik, juga bisa menjadi ruang edukasi tentang alam bagi masyarakat. Saat ini, selain membutuhkan informasi, masyarakat juga memerlukan pengetahuan lebih intensif tentang alam.

“Kita harus buat hutan kota Cianjur menjadi yang terbaik,” ujar Siti.

Dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36 dan Hari Ulang Tahun TNGGP ke-39, TNGGP menyelenggarakan “Festival Kolaborasi TNGGP dengan Masyarakat sekitar Kawasan”, dengan melakukan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat, pameran produk masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan TNGGP, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, donor darah dan Khitanan massal. 

“Saya sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Saya berpesan agar upaya-upaya kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan, sehingga manfaat dari keberadaan taman nasional semakin dirasakan oleh masyarakat, karena hal tersebut mampu menumbuhkan rasa memiliki, sehingga untuk menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menjadi sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan,” pungkas Menteri LHK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLHK Minta Generasi Penerus Miliki Keterampilan Kelola Hutan

KLHK Minta Generasi Penerus Miliki Keterampilan Kelola Hutan

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 16:22 WIB

Cegah Karhutla di Aceh, KLHK : Perlu Dukungan Semua Pihak

Cegah Karhutla di Aceh, KLHK : Perlu Dukungan Semua Pihak

News | Jum'at, 22 Maret 2019 | 16:31 WIB

Bencana Papua, KLHK : Curah Hujan Ekstrem Sebabkan Banjir Bandang

Bencana Papua, KLHK : Curah Hujan Ekstrem Sebabkan Banjir Bandang

News | Rabu, 20 Maret 2019 | 12:57 WIB

Menteri LHK Temui Masyarakat Aceh, Dialog Status Kawasan Hutan

Menteri LHK Temui Masyarakat Aceh, Dialog Status Kawasan Hutan

News | Jum'at, 15 Maret 2019 | 16:33 WIB

Terkini

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

News | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:42 WIB

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:39 WIB

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

News | Senin, 02 November 2026 | 12:38 WIB

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 12:37 WIB

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:32 WIB

×