Polisi Israel Larang Perempuan Palestina Salat, Ditangkap di Masjid

Pebriansyah Ariefana
Polisi Israel Larang Perempuan Palestina Salat, Ditangkap di Masjid
Ilustrasi anak dari Palestina [Shutterstock]

Sebuah laporan jika polisi menahan Sima Dkeidek. Sebelum ditangkap Sima Dkeidek dicari-cari polisi. Bahkan saat sedang salat.

Suara.com - Seorang perempuan Palestina ditahan polisi Israel sesaat setelah meninggalkan Masjid Kubbah Ash-Shakhrah (Dome of the Rock) di Kompleks Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem), Minggu (24/3/2019).

Kantor Berita Palestina, WAFA menuliskan sebuah laporan jika polisi menahan Sima Dkeidek. Sebelum ditangkap Sima Dkeidek dicari-cari polisi. Bahkan saat sedang salat.

Israel berusaha menghalangi umat Muslim menggunakan tempat salat Bab Ar-Rahma, yang menjadi bagian dari Kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci ketiga umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Umat Muslim Palestina membangkang terhadap larangan Israel, dan salat di Bab Ar-Rahma (Golden Gate), setiap waktu. Sebelumnya, Sima berpidato mengenai sejarah daerah tersebut dan Masjid Al-Aqsha secara umum.

Polisi pada malam sebelumnya juga membebaskan seorang penjaga Masjid Al-Aqsha, setelah menahan dia selama satu hari.

Saed Salaymeh, yang bekerja sebagai penjaga Masjid Al-Aqsha untuk Departemen Waqaf Islam, yang bertanggung-jawab atas Masjid Al-Aqsha, dibebaskan dengan jaminan 1.500 dolar AS dan diperintahkan kembali untuk diinterogasi pada Ahad, setelah ia menolak untuk menandatangani peritah yang melarang dia berada di Masjid tersebut untuk masa tertentu.

Polisi Israel, dalam upaya untuk memberlakukan kekuasaannya atas Masjid Al-Aqsha, telah melarang banyak penjaga, tokoh agama dan perempuan berada di dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha selama beberapa hari dan pekan dengan bermacam dalih. (Antara/WAFA)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS