Buntut Pengakuan AKP Sulman Aziz, Demokrat Desak Jokowi Tegur Kapolri

Selasa, 02 April 2019 | 09:48 WIB
Buntut Pengakuan AKP Sulman Aziz, Demokrat Desak Jokowi Tegur Kapolri
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak hanya sekedar menyatakan TNI-Polri netral dalam menanggapi kasus mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz.

Rachland ingin agar Presiden Jokowi dapat mengecek langsung kebenaraan, ada tidaknya ketidaknetralan aparat baik di tubuh TNI maupun Polri kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hal itu, kata dia, harus dilakukan seperti pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jokowi juga diminta tidak ragu memberikam teguran kerasa kepada pejabat tinggi di TNI-Polri apabila ditemukan ada anggotanya yang bersifat tidak netral dalam Pemilu maupun Pilpres 2019.

"Pidato saja tak cukup, Pak @jokowi. Bikin Commander Call TNI Polri seperti dilakukan Pak SBY, 2014. Cek langsung kepada pimpinan TNI Polri kasus-kasus aparat tak netral di lapangan. Tegur keras atasannya, dan bila perlu, copot dari jabatan bila kasus terbukti terjadi," cuit Rachland dalam akun Twitter @RachlanNashidik dikutip Suara.com, Selasa (2/4/2019).

Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa aparat TNI maupun Polri harus dapat menjaga netralitas dalam momen kampanye maupun Pemilihan Umum Presiden 2019. Itu menanggapi penyataan mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis yang mengaku diintruksikan Kapolres Garut untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Belakangan diketahui bahwa Sulman menarik pernyataannya tersebut di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019).

"Politik TNI dan Polri itu politik negara jadi harus bisa menjaga netralitas, sudah jelas sekali. Saya pikir tidak perlu diulang-ulang," kata Jokowi di Gedung Aimas Convention Centre, Sorong, Papua Barat, Senin (1/4/2019) malam.

"Bukan sekali dua kali saya sampaikan di rapim (rapat pimpinan) TNI/Polri, di rapat-rapat TNI, rapat-rapat polisi, saya sampaikan," tambah Jokowi.

Baca Juga: Sudah 71 Tahun, Ratna Sarumpaet Berharap Permohonan Tahanan Kota Dikabulkan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI