Mentan Raih Penghargaan sebagai Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat

Fabiola Febrinastri

Selasa, 09 April 2019 | 08:25 WIB
Mentan Raih Penghargaan sebagai Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, meraih penghargaan sebagai "Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat", dalam "Anugerah Indonesia Maju 2018 - 2019", di Jakarta, Senin (8/4/2019) malam. (Dok : Kementan)

Suara.com - Sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan buah kerja keras, serta telah menjadi motor modernisasi sektor pertanian, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, kembali meraih penghargaan sebagai "Tokoh Modernisasi Pertanian Rakyat", dalam "Anugerah Indonesia Maju 2018 - 2019", di Jakarta, Senin (8/4/2019) malam.

Salah satu prestasinya adalah terkait bantuan alat mesin pertanian (alsintan), yang selama kepemimpinannya mengalami peningkatan yang nyata. Selama 4 tahun, total bantuan alsintan berjumlah lebih dari 350.000 unit.

Peningkatan ini  sekaligus meningkatkan indeks mekanisasi pertanian dan dinilai akan mampu meningkatkan kecepatan dalam pengolahan lahan, penanaman, dan pemanenan. Melalui modernisasi pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing.

"Jika dulu menanam di lahan seluas 1 hektare butuh Rp 2 juta, kini ditekan lewat mekanisasi pertanian menjadi Rp 1 juta. Jika diterapkan 16 juta lahan pertanian, maka sudah hemat Rp 16 triliun. Itu baru dari sisi tanam, belum panen dan sebagainya," ungkap Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi, usai mewakili Mentan menerima penghargaan.

Menurut Dedi, dunia telah memasuki era revolusi industri yang keempat, atau yang disebut Industri 4.0. Era ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet.

"Untuk itu, Kementan menggiatkan modernisasi pertanian sehingga Indonesia siap menghadapi revolusi Industri 4.0," terangnya.

Di masa kepemimpinannya, Kementan juga turut menggiatkan berbagai program untuk mendukung pengembangan Industri 4.0, dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet dan mesin cerdas (artificial intelligence), yang kemudian digabung menjadi generasi baru untuk menggerakkan traktor, sehingga mampu beroperasi tanpa operator (autonomous tractor), drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.

Modernisasi pertanian turut berdampak terhadap peningkatan ekspor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2015 – 2018, tercatat total nilai ekspor pertanian mencapai Rp 1.764 triliun. Bahkan pada 2018, nilai ekspor mencapai Rp 499,3 triliun, atau meningkat 29,7 persen bila dibandingkan tahun 2016, yang hanya sebesar Rp 384,9 triliun.

"Ekspor yang didorong Kementan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta menambah devisa negara," jelasnya.

baca juga

Peningkatan nilai ekspor, disebutkan Dedi, memang tidak bisa dilepaskan dari sejumlah terobosan Amran selama memimpin Kementan. Ia dinilai telah mendorong jajarannya untuk menerapkan sistem Online Single Submission atau OSS.

Sistem ini beroperasi 24 jam dan tujuh hari non - stop. Melalui implementasi sistem OSS, proses perizinan ekspor yang berdurasi 3 bulan bisa dipersingkat menjadi 3 jam.

"Pak Menteri selalu memberikan arahan kepada kami bahwa kunci peningkatan produksi dan ekspor turut dipengaruhi oleh kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha. Pengusaha merupakan mitra utama keberhasilan pertanian dalam menunjuang peningkatan pendapatan negara," jelas Dedi.

Modernisasi pertanian turut mendorong peningkatan nilai investasi. Pada 2013 - 2018, total investasi pertanian di Indonesia mencapai Rp 270,1 triliun. Selama kurun waktu tersebut, nilai investasi pertanian tahun 2018 mencatat rekor tertinggi, yaitu Rp 61,6 triliun.

Capaian investasi tahun 2018 tersebut meningkat 110,2 persen dibandingkan investasi tahun 2013, senilai Rp 29,3 triliun.

Meningkatnya investasi dan ekspor pada sektor pertanian juga sangat tergantung pada ketersediaan lahan dan peran para pengusaha sebagai faktor produksi. Faktor produksi,  transparansi, kemudahan, kepastian penyelesaian proses dan prosedur, waktu, biaya, dan kualitas administrasi lahan menjadi faktor kritis yang mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian, yang juga turut meningkatkan ekspor pertanian secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan : Pestisida Palsu Sangat Rugikan Petani dan Produsen

Kementan : Pestisida Palsu Sangat Rugikan Petani dan Produsen

Bisnis | Senin, 08 April 2019 | 08:09 WIB

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Bisnis | Sabtu, 06 April 2019 | 08:44 WIB

Kementan : Petani Daerah harus Paham soal Layanan Jasa Mesin Pertanian

Kementan : Petani Daerah harus Paham soal Layanan Jasa Mesin Pertanian

Bisnis | Jum'at, 05 April 2019 | 08:21 WIB

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 08:37 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×