MRT Jakarta Sudah Lampaui Target Penumpang, Paling Banyak Orang Kantoran

Dwi Bowo Raharjo, Muslimin Trisyuliono

Rabu, 10 April 2019 | 21:52 WIB
MRT Jakarta Sudah Lampaui Target Penumpang, Paling Banyak Orang Kantoran
Sejumlah unit Mass Rapid Transit (MRT) di stasiun dan depo MRT Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (12/3). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah melampaui target penumpang selama 10 hari beroperasi secara komersil. Berdasarkan data Minggu (7/4/2019), jumlah penumpang tembus 90 ribu orang.

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin mengatakan jumlah penumpang meningkat setelah diberlakukan komersil. Jumlah penumpang terus meningkat ketika hari libur nasional jam berangkat dan pulang kantor.

"Melampaui target, meningkat terus. Jadi mulai Senin masih sekitar 60 ribu, Selasa sudah 70 ribu, naik terus waktu hari Rabu juga 80 ribu dan terakhir 90 ribu penumpang," ujar Muhamad Kamaluddin di stasiun MRT ASEAN, Rabu (10/4/2019).

Kamaluddin menjelaskan, untuk waktu berangkat kantor paling ramai dari pukul 08.00 WIB dan pulang kantor mulai pukul 17.00 - 20.00 WIB. Sedangkan untuk waktu paling padat pada hari libur nasional pada sore hari.

"Traffic paling besar itu hari Minggu kemarin dan hari Rabu Isra Miraj," kata dia.

Setelah melakukan evaluasi pada hari Jumat (5/4/2019) lalu, Kamaluddin menyebut mayoritas pengguna MRT Jakarta adalah orang kantoran. Dari 13 stasiun MRT ada tiga stasiun yang volume penumpangnya cukup tinggi.

"Stasiunnya paling banyak di Bundaran HI, Lebak Bulis kemudian berikutnya di Blok M, karena paling banyak membutuhkan berangkat dan pulang kantor," terangnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menargetkan MRT bisa mengangkut sebanyak 65.000 penumpang dalam satu hari pada tahun pertama pengoperasian, atau tahun 2019.

Setelah setahun berjalan, target penumpang akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

baca juga

Target penumpang itu ditetapkan setelah PT MRT Jakarta melakukan survei pada 2017 lalu dengan mempertimbangkan besaran tarif antara Rp 8.500 hingga Rp 10.000 per 10 kilometer. Dari hasil survei itu didapat target sebanyak 130.000 penumpang dalam sehari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies: MRT Enggak Ada Kelas, Office Boy Hingga Presiden Posisinya Sama

Anies: MRT Enggak Ada Kelas, Office Boy Hingga Presiden Posisinya Sama

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:15 WIB

Hari Pencoblosan 17 April 2019 Jadi Hari Libur Nasional

Hari Pencoblosan 17 April 2019 Jadi Hari Libur Nasional

News | Selasa, 09 April 2019 | 15:18 WIB

Manjakan Pengguna MRT, Anies Kasih Shuttle Bus dari Parkiran ke Stasiun

Manjakan Pengguna MRT, Anies Kasih Shuttle Bus dari Parkiran ke Stasiun

News | Jum'at, 05 April 2019 | 13:22 WIB

Antrean Panjang Pengguna MRT di Lift Prioritas Bikin Warganet Dongkol

Antrean Panjang Pengguna MRT di Lift Prioritas Bikin Warganet Dongkol

Tekno | Jum'at, 05 April 2019 | 07:23 WIB

Jangan Buang Sampah Sembarangan di Stasiun MRT! Bisa Didenda Rp 500.000

Jangan Buang Sampah Sembarangan di Stasiun MRT! Bisa Didenda Rp 500.000

Bisnis | Kamis, 04 April 2019 | 14:04 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×