Kasus Novel Mandek, WP KPK Dorong Presiden Bentuk TGPF Independen

Pebriansyah Ariefana, Muhammad Yasir

Kamis, 11 April 2019 | 12:01 WIB
Kasus Novel Mandek, WP KPK Dorong Presiden Bentuk TGPF Independen
Penyidik KPK Novel Baswedan bersiap menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (10/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Ketua Wadah Kepegawaian KPK, Yudi Purnomo Harahap mendorong Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Yudi mengatakan sudah dua tahun pasca insiden penyiraman air keras namun pelaku belum juga terungkap.

Yudi menuturkan untuk mendorong Presiden presiden segera membentuk TGPF independen, hari ini Jumat (11/4/2019) yang bertepatan dengan 2 tahun penyiraman air keras terhadap Novel, WP KPK bersama koalisi masyarakat sipil menggelar aksi di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Selain itu, nanti juga akan digelar acara musik dan deklarasi anti teror terhadap pemberantasan korupsi yang turut diikuti oleh tokoh-tokoh Nasional.

"Kasus ini sudah terlalu lama, saatnya presiden mengambil sikap untuk membentuk TGPF independen," tutur Yudi lewat keterangan resmi yang diterima Suara.com, Jumat (11/4/2019).

Yudi mengatakan acara tersebut rencananya akan digelar sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Kemudian, pada malam harinya akan kembali dilanjutkan dengan acara dialog kebudayaan yang dipimpin oleh Budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.

"Malam harinya, acara dilanjutkan dengan dialog budaya untuk mendorong penuntasan kasus Novel Baswedan yang dipimpin oleh Cak Nun bersama Novel Baswedan serta dimeriahkan musikalisasi puisi oleh Najwa Shihab," ungkapnya.

Bersama dengan itu, Yudi mengungkapkan secara bersamaan rangkaian aksi menuntut pengungkapan kasus Novel juga digelar di berbagai daerah. Salah satunya, Aksi Kamisan yang digelar di depan Istana Negara pada pukul 16.00 WIB nanti.

"Aksi ini didukung oleh berbagai elemen tanpa mempersoalkan afiliasi terhadap pilihan presiden karena memang aksi ini bukan untuk tujuan politik tertentu," tukasnya.

Untuk diketahui, kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan hingga kini masih menjadi misteri.

Polisi belum juga bisa mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

baca juga

Novel diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al Ihsan, dekat rumahnya di Jalan Deposito Blok T, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Tahun Kasus Novel Baswedan Masih Gelap, Masyarakat Akan Sambangi KPK

2 Tahun Kasus Novel Baswedan Masih Gelap, Masyarakat Akan Sambangi KPK

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:56 WIB

KPK Bantah Novel Baswedan Berafiliasi Dengan Parpol dan Capres Tertentu

KPK Bantah Novel Baswedan Berafiliasi Dengan Parpol dan Capres Tertentu

News | Senin, 01 April 2019 | 19:47 WIB

700 Hari Teror Novel Baswedan Tak Terungkap, Pegawai KPK Aksi Diam

700 Hari Teror Novel Baswedan Tak Terungkap, Pegawai KPK Aksi Diam

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 21:26 WIB

Setelah 700 Hari Penyerangan Novel, Polisi Masih Belum Bisa Ungkap

Setelah 700 Hari Penyerangan Novel, Polisi Masih Belum Bisa Ungkap

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 19:26 WIB

Jelang 700 Hari Kasus Novel Baswedan, Pelaku Teror Belum Ditemukan

Jelang 700 Hari Kasus Novel Baswedan, Pelaku Teror Belum Ditemukan

News | Selasa, 05 Maret 2019 | 22:32 WIB

Terkini

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Beli Vitamin dan Skincare di Kimia Farma, Dapatkan Diskon Maksimal dari BRI

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 18:43 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN di Nganjuk Terkait Kasus HGB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Harta Timothy Ivan Triyono di LHKPN Capai Rp1,78 Miliar, Gaya Hidupnya Disorot

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 18:39 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:24 WIB

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:22 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

×