Semprot Sandiaga, Said Aqil: Bendera NU Tak Boleh Dikibarkan untuk Kampanye

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 11 April 2019 | 15:01 WIB
Semprot Sandiaga, Said Aqil: Bendera NU Tak Boleh Dikibarkan untuk Kampanye
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengibarkan bendera Nadhatul Ulama (NU) saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur. (Foto dok. Sandiaga Uno)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengibarkan bendera Nadhlatul Ulama (NU) saat kampanye. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradjmengatakan pengibaran bendera tersebut tidak boleh dilakukan.

Menurut Said, bendera NU tidak boleh dikibarkan dalam kegiatan politik praktis seperti kampanye. Ia menganggap siapapun orang yang mengibarkan bendera NU tidak mengerti atau belum paham aturan NU.

"Sebenarnya bendera NU tidak boleh dikibarin siapapun. Berarti ini yang ngibarin (bendera) belum paham NU atau enggak paham NU. NU benderanya enggak untuk kampanye politik praktis," ujar Said di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj. [Suara.com/Dian Rosmala]
Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj. [Suara.com/Dian Rosmala]

Lebih lanjut, Said menegaskan bahkan PKB yang didukung NU juga tidak boleh mengibarkan bendera NU. Ia mengingatkan untuk bisa membedakan antara bendera NU dan PKB yang hampir mirip karena bergambar bintang sembilan di lambangnya.

"Termasuk PKB. Bendera NU loh ya, PKB kan benderanya mirip-mirip NU dikit, bintang 9," kata Said.

Said juga menegaskan tidak terjadi perpecahan dukungan warga NU di Pilpres. Ia tetap mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu 17 April nanti.

"Enggak ada, enggak," jawab Said saat ditanya apakah ada perpecahan dukungan NU.

Sebelumnya, Sandiaga Uno sempat mengibarkan bendera NU saat berkampanye di Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (4/4/2019) lalu. Terkait itu, NU Lumajang melayangkan protes keras.

Rais NU Lumajang Husni Zuhri mengatakan, pihaknya kecewa serta menyampaikan nota keberatan atas aksi Sandiaga di atas panggung dengan mengibarkan bendera NU berukuran besar.

baca juga

"Mencermati adanya kegiatan pengibaran 'Bendera NU' pada kegiatan kampanye akbar paslon 02 di Lumajang pada April 2019, pengurus NU Lumajang menyampaikan kekecewaan dan nota keberatan," kata Husni dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/4/2019).


 
 
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kampanye di Sukabumi, Sandiaga Dapat 2 Kantong Plastik Berisi Uang

Kampanye di Sukabumi, Sandiaga Dapat 2 Kantong Plastik Berisi Uang

News | Kamis, 11 April 2019 | 14:36 WIB

Niat Go Green Beli Stainless Straw, Tapi Bungkusnya Masih Pakai Plastik

Niat Go Green Beli Stainless Straw, Tapi Bungkusnya Masih Pakai Plastik

Tekno | Kamis, 11 April 2019 | 14:35 WIB

Ganjar Pranowo Ungkap Alasan Prabowo Dilarang Kampanye di Simpang Lima

Ganjar Pranowo Ungkap Alasan Prabowo Dilarang Kampanye di Simpang Lima

News | Kamis, 11 April 2019 | 14:07 WIB

Viral Siswa Diajak Joget 2 Jari Prabowo - Sandi di Sekolah

Viral Siswa Diajak Joget 2 Jari Prabowo - Sandi di Sekolah

News | Kamis, 11 April 2019 | 13:32 WIB

Hadiri Acara Indonesia YES, Sandiaga Dihibur Ashanty dan Aurel Hermansyah

Hadiri Acara Indonesia YES, Sandiaga Dihibur Ashanty dan Aurel Hermansyah

News | Rabu, 10 April 2019 | 17:54 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×