Ada Penusukan dan Pelecehan Seksual di TransJakarta, Harus Tambah CCTV

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh
Ada Penusukan dan Pelecehan Seksual di TransJakarta, Harus Tambah CCTV
Warga menunggu Bus Transjakarta di Halte Busway, Jakarta, Senin (20/8). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Tak hanya itu, Djoko juga meminta masyarakat memberikan informasi kepada petugas jika ada orang yang mencurigakan.

Suara.com - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyarankan kepada PT Transjakarta untuk menambah camera pengawas atau CCTV di daerah-daerah yang berpotensi rawan terjadi kasus kriminal.

Hal ini menyusul soal keamanan Transjakarta yang menjadi sorotan dengan adanya 2 kasus kriminal terakhir kali perempuan nyaris jadi korban pecehan seksual di bus serta kasus penusukan yang dilakukan Sudirman (51) pada seorang penumpang bus TransJakarta di Jakarta Timur.

"Ya begini, sama halnya seperti di kereta juga sama meman. Kalau sudah seperti ini mungkin salah satunya CCTV jelas sudah ada dan kalau daerah-daerah berpotensi seperti itu keamanan juga perlu ditambah," ujar Djoko kepada Suara.com, Senin (15/4/2019).

Tak hanya itu, Djoko juga meminta masyarakat memberikan informasi kepada petugas jika ada orang yang mencurigakan.

"Kemudian kalau ada informasi dari masyarakat yang kira mencurigakan itu mungkin mudah ditampung juga dan dikasihkan solusinya. Karena orang berharap naik Transjakarta aman dan nyaman. Takutnya kalau banyak kriminal jadi orang takut itu harus diminimalkan," ucap dia.

Ia juga meminta perlu ada pemetaan daerah-daerah yang rawan kriminal. Hal tersebut agar masyarakat waspada dengan daerah-daerah yang dipetakan rawan kriminal.

"Yang jelas pemetaan harus ada daerah mana-mana saja yang kira dianggap kriminal tetap harus ada ekstra hati-hati. Memang ini kadang-kadang kelihatannya aman tiba-tiba lengah pelaku kejahatan kan cari kelengahan juga," kata Djoko.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS