Transportasi Tak Dukung Pariwisata, Anies: Ini Warisan yang Saya Dapat

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio
Transportasi Tak Dukung Pariwisata, Anies: Ini Warisan yang Saya Dapat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Stephanus)

"Banyak wisata kan perlu konektivitas. Ini warisan yang saya dapat. Bahwa titik-titik wisata itu belum tersambungkan," kata Anies.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai, banyak pembangunan yang diwariskan ke dirinya dari pemerintahan sebelumnya kurang memperhatikan sistem integrasi transportasi. Terutama transportasi yang mendukung program pariwisata Ibu Kota.

Anies mengatakan, sejak ia menjabat sebagai gubernur, banyak pekerjaan rumah yang menuntut sistem integrasi transportasi yang sebelumnya belum terpikirkan, terutama transportasi pendukung program pariwisata di Jakarta.

"Banyak wisata kan perlu konektivitas. Ini warisan yang saya dapat. Bahwa titik-titik wisata itu belum tersambungkan. Nah itulah mengapa TransJakarta mau membangun rute agar wisatawan bisa pergi ke berbagai tempat secara bersamaan," kata Anies saat ditemui di Stasiun MRT ASEAN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2019).

Dia mencontohkan, pembangunan Stasiun MRT ASEAN dan Halte TransJakarta CSW yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, tidak terintegrasi padahal dibangun dalam waktu yang bersamaan.

"Stasiun ini (Stasiun ASEAN) dan TJ di situ (Halte CSW) itu dibangun dalam waktu yang bersamaan tapi dalam perencanaannya tidak memikirkan ketersambungan, ini contoh sempurna," jelas Anies.

Maka dari itu, Anies setuju dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta Pemprov DKI mengelola integrasi transportasi di Jabodetabek.

Untuk membangun proyek tersebut, Pemprov DKI membutuhkan dana sebesar Rp 571 triliun dalam jangka waktu 10 tahun.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS